Sabtu, 02 Desember 2017

Makalah karya ilmiah Sistem pendidikan naisional

Puji syukur kehadirat kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah PengantarPendidikan tentang Pendidikan ,Pembagangunan dan Globalisasi.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam proses pembuatan penulis makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan tangan terbuka menerima masukan,saran,dan usulan guna penyempurnaan makalah ini. kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.


                                                                                 

Jambi, 24 November 2017













 BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memlihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk mengubah sikap dan tata laku seseorang atau sekolompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia untuk memanusiakan  manusia itu sendiri. Dalam penididkan terdapat dua subjek pokok yang saling berinteraksi. Kedua subjek itu adalah pendidik dan subjek didik. Subjek-subjek itu tidak harus selalu manusia, tetapi dapat berupa media atau alat-alat pendidikan. Sehingga pada pendidikan terjadi interaksi antara pendidik dengan subjek didik guna mencapai tujuan pendidikan.
Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional. Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial budaya sebagai suprasistem tersebut dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehinngga permasalahan intern sistem sisem pendidikan itu menjadi sangat kompleks. Artinya, suatu permasalahan intern dalam sistem pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan itu sendiri. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat di sekitarnya, dari mana murid-murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya di luar sistem persekolahan yang berkaitan dengan mutu hasil belajar tersebut.
Gagasan dan pelaksanaan pendidikan selalu dinamis sesuai dengan dinamika manusia dan masyarakatnya. Sejak dulu, kini, maupun di masa depan pendidikan itu selalu mengalami perkembangan social-budaya dan perkembangan iptek. Pemikiran- pemikiran yang membawa pembaruan pendidikan itu disebut Aliran – Aliran Pendidikan.
Setiap calon tenaga kependidikan, utamanya calon pakar kependidikan, harus memahami berbagai aliran-aliran itu agar dapat menangkap makna setiap gerak dinamika pemikiran-pemikiran dalam pendidikan tersebut.
Pemahaman terhadap pemikiran-pemikiran penting dalam pendidikan akan membekali tenaga kependidikan dengan wawasan kesejarahan, yakni kemampuan memahami kaitan antara pengalaman-pengalaman masa lampau, tuntutan dan kebutuhan masa kini, serta perkiraan/antisipasi masa datang. Pemaparan aliran-aliran pendidikan penting karena sebagai pembekalan wawasan historis terhadap setiap calon tenaga kependidikan.
Perubahan zaman yang kian cepat menuntut untuk mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi zaman baru yang akan datang. Manusia Indonesia masa depan diarahkan kepada pembekalan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di masa depan tersebut. Maka sebagai calon tenaga pendidik kita harus mampu memperkirakan bagaimana keadaan masyarakat masa depan
Pendidikan merupakan penyiapan peserta didik bagi peranan di masa yang akan datang. Sebuah kalimat dalam Al-Quran surat An-Nisaa ayat 9 menyatakan "Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidup sesudah kalian" merupakan suatu landasan yang tepat ketika kita membahas permasalahan tentang perkiraan masyarakat masa depan. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari/Muslim Rasulullah SAW bersabda "Didiklah anak mu. Karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dengan zamanmu ".
Melalui dengan pendidikan juga diharapkan dapat ditumbuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan objektif masa kini, baik tuntutan dari dalam maupun tuntutan karena pengaruh dari luar masyarakat yang bersangkutan. Dan akhirnya, melalui pendidikan akan ditetapkan langkah-langkah yang akan dipilih masa kini sebagai upaya mewujukan aspirasi dan harapan di masa depan.
Melalui dengan pendidikan juga diharapkan dapat ditumbuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan objektif masa kini, baik tuntutan dari dalam maupun tuntutan karena pengaruh dari luar masyarakat yang bersangkutan. Dan akhirnya, melalui pendidikan akan ditetapkan langkah-langkah yang akan dipilih masa kini sebagai upaya mewujukan aspirasi dan harapan di masa depan.

B.   Tujuan
Adapun tujuan di susunnya makalah ini:
Dapat mengetahui    Pendidikan ,ilmu ,teknologi dan pembanguna
Dapat mengetahui  system pendidikan ,pembanguan  Indonesia dan globalisasi
Dapat mengetahui pembangunan nasional ,pendidikan asional dan peran manusia dalam pembangunan

















BAB II
PEMBAHASA


2.1.Pendidikan ,ilmu ,teknologi dan pembangunan

      Terdapat 31 negara yang paling kurang berkembang, tingkat melek hurufnya rata-rata hanya 34% dari jumlah penduduknya, sementara negara-negara maju diperkirakan masing-masing adalah 65% dan 99%. Sebagian besar dari pendidikan, sebagai upaya transfer ilmu dan teknologi, yang disediakan untuk anak-anak yang mampu di negara-negara yang kurang dan sedang berkembang itu seringkali tidak sesuai dan tidak relevan dengan kebutuhan bangsanya (Todaro, 1994: 124). Berkaitan dengan ilmu dan teknologi, sebenarnya posisi Indonesia-sebagai negara dunia ketiga-berada dimana, ditengah-tengah pergulatan arus struktural global?
    Menurut Cable (1995: 23), ada dua kekuatan teknologi utama yang mendorong proses globalisasi. Kekuatan pertama adalah improvisasi alat-alat komunikasi dan tarnsportasi-seperti pesawat terbang, mobil, sepeda motor, kontainerisasi dan seterusnya-yang berdampak pada semakin efektif dan murahnya biaya transportasi. Kedua, yang lebih spektakuler, kemajuan komputer dan teknologi komunikasi seperti sistem digital, teknologi satelit dan yang paling mutakhir, yaitu fiber optics.
     Inovasi teknologi ini, menurut Cable, berdampak spesifik pada aktivitas ekonomi. Pertama, menurun tajamnya biaya dan juga waktu yang dipakai untuk kegiatan transaksi dan komunikasi sehingga semakin banyak barang dan jasa yang disirkulasikan dan dikompetisikan dalam arus perdagangan internasional. Kedua, sistem komunikasi global memungkinkan perusahaan-perusahaan multinasional mengoordinasikan kegiatan produksi dan operasi finansial mereka secara efektif menjangkau bidang luas antar negara. Meskipun perusahaan global bukanlah baru, berkat inovasi teknologi, semakin banyak perusahaan transnasional yang beroperasi melintasi batas-batas antarnegara. Ketiga, informasi itu sendiri mulai dimodifikasikan: film, recorder,compact disc, berita-berita televisi, jasa-jasa telekomunikasi, sistem, desain dan pemrograman software, dan seterusnya menjadi sesuatu yang menjual (tradeable). Keempat, kapital menjadi begitu gesit bergerak dalam bentuk uang sehingga pada titik dimana ia bisa dikonversikan dalam bentuk aset-aset tetap.Mas’oed (2002: 2) menyebutkan bahwa keadaan yang menjadikan negara dunia ketiga mengalami ketidakstabilan di tengah dominasi negara maju dikarenakan: pertama, penciptaan dan pengintegrasian ekonomi global di bawah hegemoni kapital; kedua, perubahan teknologi yang sangat cepat; dan ketiga, konsentrasi pemilihan uang dan kapital oleh si kaya dan si kuat.
    Sumber daya alam yang selama ini mejadi comparative advantage bagi negara dunia ketiga menjadi faktor yang tidak diperhitungkan lagi, tetapi menjadi knowledge. Negara-negara maju menjadikan ilmu dan tekonologi sebagai kekuatan untuk menang bersaing terhadap negara dunia ketiga. Faktor kapital juga sangat berpengaruh terhadap pengembangan ilmu dan teknologi. Penelitian dan pengembangan ilmu membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga akan sulit bagi negara dunia ketiga untuk mengadakannya. Sementara itu, kegiatan pengembangan ilmu dan teknologi di negara maju didukung dengan dana yang sangat besar.
    Disisi lain, kondisi ilmu dan teknologi Indonesia sama dan sebangun dengan negara dunia ketiga lainnya. Bahkan, restrukturisasi pasca krisis ekonomi masih mengalami ganjalan di banyak sektor, termasuk pendidikan sebagai tolak ukur pengembangan ilmu dan teknologi.


2.2. Sistem pendidikan ,pembanguan  Indonesia dan globalisasi

A. Sistem Pendidikan Nasional
    Pendidikan nasional merupakan pelaksanaan pendidikan suatu negara berdasarkaan sosio kultural,psikologis,ekonomis dan politis.Pendidikan tersebut ditunjukan untuk membentuk ciri khusus atau watak bangsa yang bersangkutan, yang sering juga disebut dengan kepribadian nasional.
   Melalui proses pendidikan ,suatu bangsa berusaha untuk mencapai kemajuan-kemajuan dalam berbagai bidang kehidupannya,baik dalam bidang ekonomi,sosial,politik,ilmu pengetahuan alam ,teknologi dan dalam berbagai bidang kehidupan budaya lainnya.Melalui proses pendidikan pula ,suatu bangsa berusaha untuk mencapai tujuan –tujuan yang direncanakan .
   Proses pendidikan yang diselenggarakaan dan dilaksanakan suatu bangsa dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan watak atas kepribadian bangsa,memajukan kehidupan bangsa dalam berbagai bidang kehidupannya,serta mencapai tujuan nasional bangsa yang bersangkutan itulah yang disebut dengan sistem pendidikan nasional .
Sistem Pendidikan
      Dalam pengertian umum ,yang dimaksud dengan sistem adalah jumlah keseluruhan dari begian-bagiannya yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapakan berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan.Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan -dari semua komponen atau bagian-bagian yang diarahkan dari tercapainya tujuan tersebut.Karena itu pendidikan merupakan sebuah sistem yang disebut sebagai sistem pendidikan.
  Secara teoretis,suatu sistem pendidikan terdiri dari komponen-komponen atau bagian –bagian yang menjadi inti dari proses pendidikan.Adapun komponen atau faktor –faktor terdiri dari.
Tujuan
   Tujuan disebut juga cita-cita pendidikan yang berfungsi untuk memberikan arah terhadap semua kegiatan dalam proses pendidikan
       2.Peserta Didik
                     Fungsinya adalah sebagai objek yang sekaligus sebagai subjek pendidikan .Sebagai  objek ,peserta didik tersebut menerima perlakuan-perlakuan tertentu,tetapi dalam pandangan pendidikan modern ,peserta didik lebih dekat dikatakan sebagai subjek atau pelaksana pendidik.
      3.Pendidik
    Pendidik berfungsi sebagai pembimbing pengaruh, untuk menumbuhkan aktivitas pesrta  didik  dan sekaligus sebagai pemegang tanggung jawab terhadap pelaksaan pendidikan.
Alat pendidikan
Maksudnya  adalah segala sesuatu yang degan sengaja digunakan  untuk mencapai  tujuan pendidikan  yang  berfungsi untuk memudahkan  atau mempercepat  tercapainya tujuan pendidikan .



Lingkungan
Maksudnya lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai  alat dalam proses pendidikan .Lingkungan sebagai wadah  atau lapangan terlaksananya proses pendidikan
    Faktor –faktor  atau komponen system pendidikan itu, berkaitan erat satu sama lain dan merupakan suatu kesatuan yang tak terpisah.
B.Pembanguan  Indonesia dan globalisasi
 Tilaar (1995:3) menyatakan bahwa tumbuhnya pendidikan nasional bersama-sama dengan bangkitnya rasa nasional bangsa Indonesia, praktik pendidikan kolonial yang dengan jelas ingin memperbodoh rakyat Indonesia, dan pendidikan pada masa pemerintahan militerisme Jepang. Ketiga episode pendidikan nasional tersebut, masing-masing memberi warna terhadap tumbuhnya pendidikan nasional sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Perubahan dan pembentukan identitas sistem pendidikan Indonesia seperti dikemukakan sebelumnya, menyesuaikan semangat zamannya. Sistem pendidikan mulai terintegrasi selepas terbentuknya negara Indonesia. Departemen yang menangani pendidikan khusus dibentuk, awal terbentuknya departemen ini menjadi alat integrasi sistem pendidikan secara nasional. Ki Hajar Dewantara yang menjadi Menteri Departemen Pendidikannya banyak memberikan warna bagi perjalanan pendidikan Indonesia pada masa-masa selanjutnya.
Mas’oed (2002: 29) menandai bahwa untuk mendukung beroperasinya pasar bebas dikampanyekan reinventening government dan banishing bureaucracy dan berbagai upaya lain dengan tujuan membongkar lembaga-lembaga publik yang semula bertanggung jawab dalam proses produksi ekonomi dan pelaksanaan sosial bagi masyarakat.
Dampak dari itu semua, yaitu keputusan-keputusan yang dilakukan negara demi mendukung beroperasinya pasar global, dan sering mengorbankan kepentingan pendidikan nasional. Keputusan-keputusan dalam sektor pendidikan tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan arus global tersebut, termasuk di dalamnya sistem pendidikan. Sistem pendidikan juga mengalam pergeseran-pergeseran sebagai upaya adaptif. Sistem pendidikan tidak sekadar lokal negara, sekarang telah melintasi batas-batas negara. Pendirian perguruan tinggi asing di Indonesia menunjukkan operasi sistem pendidikan atas kendali arus struktural global.
Dalam hal yang sama sistem pendidikan menghadapi persoalan yang tidak ringan. Globalisasi telah mendorong terjadinya kompetisi bagi lembaga pendidikan yang tidak bersifat lokal atau regional saja, melainkan internasional. Kompetisi global tersebut membawa dampak disektor sistem pendidikan, salah satunya internasionalisasi pendidikan. Internasionalisasi pendidikan oleh Supriadi (2000: 11) terwujud melalui empat bentuk. Pertama, dibukanya cabang-cabang perguruan tinggi di negara lain (semacam kelas ekstension), misalnya perguruan tinggi Amerika membuka cabang di Asia. Kedua, kerjasama antara  perguruan tinggi suatu negara dengan perguruan tinggi di negara lainnya yang menawarkan program gelar. Ketiga, kuliah jarak jauh baik melalui media cetak maupun secara virtual melalui internet. Sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Amerika, Eropa, dan Australia menawarkan program gelar melalui model ini. Keempat, studi perbandingan mutu pendidikan tinggi yang menghasilkan peringkat perguruan tinggi dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kempetisi global tersebut mau tidak mau harus dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Rohman (2012: 37) menyatakan bahwa kemajuan mayoritas bangsa-bangsa di dunia dan umat manusia pada umumnya pada abad ke-21 ini telah menjadikan kita masuk pada abad ilmu pengetahuan dengan corak sebagai masyarakat pengetahuan (the knowledge society). Abad ilmu pengetahuan memberikan berbagai kesempatan dan kemungkinan yang luas terbuka, tetapi juga sekaligus memberikan problem yang amat dahsyat, yang keduanya belum pernah dialami oleh generasi sebelumnya. Hal ini karena kemajuan teknologi yang amat pesat, yang antara lain melahirkan Non-Human Like Intellegence (NHL Intellegence) dan Singularity (teknologi berkembang tanpa batas). Oleh karena itu, persoalan pokoknya adalah bagaimana manusia dapat mengakses semaksimal mungkin sisi positif dan sekaligus mengeliminasi sebesar mungkin sisi negatif dari kemajuan teknologi.
Hilangnya batas-batas negara (internasionalization) pendidikan juga ditakutkan akan memangkas akses pendidikan masyarakat kelas menengah ke bawah. Kondisi tersebut akan mendorong terjadinya kesenjangan sosial karena pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan tidak terjadi, walaupun sejak awal pemerintah berargumentasi bahwa akan ada pemberlakuan berbeda antara strata ekonomi. Ketakutan masyarakat tidak mendapatkan mutu pendidikan yang memadai juga beralasan sebab mutu perguruan tinggi asing dianggap lebih baik.
Kondisi tersebut menjadikan stigma bahwa pendidikan bermutu hanya untuk kalangan strata ekonomi atas dan sebaliknya bagi masyarakat dengan strata ekonomi menengah kebawah, biarpun begitu pendidikan tetap menjadi magnet bagi masyarakat. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang selama ini dikenal sebagai pendidikan yang bisa dijangkau dan mutunya relatif baik, juga mulai menaikkan biaya pendidikan bagi mahasiswa sebagai konsekuensi pengurangan subsidi dari pemerintah. Padahal tanggung jawab negara untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia merupakan amanah konstitusi. Kondisi terakhir mulai ada perhatian pemerintah terhadap perguruan tinggi ini, misalnya pemberian beasiswa bidik misi dan Bantuan operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).
Akan tetapi,memang persoalan sistem pendidikan banyak terkait dengan sektor-sektor lain. Pengaruh sektor lain terhadap sistem pendidikan salah satunya dapat dilacak melalui tingkat,struktur,dan sifat pertumbuhan indonesia. Pertumbuhan oleh Goulet ( Todaro,1994 : 42 ) memiliki tiga inti,yaitu kebutuhan pangan yang berkelanjutan (life sustenance ),harga diri (self-esteem),dan kemerdekaan (freedom). Makna dari pertmbuhan tersebut,dilihat dari sektor sistem pendidikan berupa sebagai berikut:                
1.Apakah taraf pendidkan masyarakat Indonesia telah terdapat perbaikan dalam tingkat dan kualitas pendidikan?
2.Apakah sistem pendidkan itu telah mengangkar derajat dan martabat manusia Indonesia sebagai pribadi atau kelompok masyarakat secara kesluruhan baik antara mereka sendiri maupun dalam hubungannya dengan bangsa atau negara lain.
3.Apakah sistem pendidikan itu telah memperluas keanekaragaman manusia Indonesia dan membebaskan mereka dai belenggu ketergantungan pada pihak luar dan dari perbudakan inter pada orang lain atau lembaga-lembaga tertentu atau kemajuan itu hanya merupakan suatu bentuk pergantian ketergantungan?
Secara spesifik sistem pendidkan seharusnya memiliki dampak perluasan terhadap pertumbuhan ekonomi ,ketidakadilan,dan kemiskinan menunjukan pengaruh sebaliknya dengan sasaran pokoknya adalah memaksimalkan peningkatan angka pertumbuhan.Akibatnya,pengaruh pendidika atas distribusi pendapatan dan penanggulangan kemiskinan absolut banyak diabaikan. Silang sengkarut sistem pendidikan di Indonesia justru meningkatkan bukannya menurunkan ketidakadilan pendapatan. Saling keterkaitan antara negara-negara lain juga memiliki implikasi terhadap persoalan ini, terutama arus deras globalisasi dan munculnya teknologi-teknologi baru.
Selain dampak pembangunan dan globalisasi diatas,Lickona(2012:12) juga mencatat semakin menguatnya sifat individualisme. Sikapini melahirkan suatu sikap egois yang baru. Buku –buku yang memiliki judul ,seperti Menjadi Orang Nomor Satu menjadi buku yang laris dipasaran. Berbagai slogan seperti “ raihlah segala yang dapat kamu raih” dan “ kamu dapat meraih semua itu” juga membwrikan suatu pemahaman pikiran yang cukup populer dalam meraih kebahagiaan hidup.
Sebuah survei telah membuktikan suatu kemunculan generasi dari para orangtua. Mereka merasa pemenuhan kebutuhan individu memiliki makna yang lebih penting daripada norma-norma terhadap penghargaan orangtua yang lebih dahulu banyak memiliki bentuk penolakan secara implisit dan juga lebih banyak pengorbanan bagi anak mereka.

C. Pembangunan nasional ,pendidikan Nasional dan peran manusia dalam pembangunan
A.Pendidikan sebagai Bagian dari Pembangunan Manusia
      Pendidikan Indonesia adalah sebagai pencapaian peradaban manusia selalu menjadi bagian pendidikan dunia. Pendididkan bukan hanya masalah pengajaran membaca dan menulis,namuam merupakan wujud hubungan antar manusiaa.
Tujuan pendidikan adalah penyebarluasan seni ,budaya,pengetahuan,keahlian,nilai-nilai dan kepercayaan. Pendidikan adalah penyebarluasan tersebut. Namun itu saja tidak cukup.pendidikan juga mempunyai tanggung jawab lain,mempersiapkan dunia kerja,mendampingi anak-anak muda,dan meningkatkan hubungan kelompok sebaya.Tujuan pendidikan berhubungan dengan kemajuan perkembangan manusia. Manusia dengan latar belakang berbeda membutuhkan pendidikan yang berbeda pula.
Pendidkan yang bermutu adalah pendidkan yang mengembangkan  pemikiran kritis bagi insan-insan muda. Penghambat atas upaya pengembangan ini adalah : saratnya beban aneka pelajaran  dan tata penilaian dengan angka. Saratnya beban yang berlebihan membawa kedangkalan pemikiran. Penagajaran hendaknya menjadikn bahan pelajaran sebagai hadiah yang berharga, bukan kewajiban yang mengncam.
Di dalam GBHN 1983 telah dirumuskan bahwa pembangunan nasional dilaksakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masarakat Indonesia. Ada beberapa hal yang ditonjolkan dalam pernyataan ini antara lain:
Bahwa pembangunan nasional buakan semata-mata untuk membangun atau menaikkan pendapatan nasional,tetapi untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya.Manusia Indonesia seutuhnya brrartti seluruh aspek kehidupan manusia itu perlu dikembangkan atau dipenuhi. Dengan kata lain pembangunan nasional Indonesia bertujuan meningkatkan mutu kehidupan manusia Indonesia, baik kehidupam lahir maupun batin.Termasuk kebutuhan batin antara lain pendidkan ,rasa aman,kebudayaan yang tinggi mutunya, rasa keadilan,keagamaan,tanggung awab dan disiplin.
Bahwa pembangunan nasional ditujukan ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan bukan hanya kepada salah satu golongan saja atau satu daerah apalagi orang per orang.

 Pada akhirnya pembangunan nasional untuk menuju masyarakat maju yang adail dan makmur berdasarkan Pancasila itu adalah tanggung jawab manusia Indonesia sebagai individu dan sebagai manusia keseluruhan . Jadi,inti dari pendidikan sebagai pengembangan SDM adalah mengembangkan tanggungjawab pribadi bagi peningkatan mutu hidup individu,dan sekaligus tanggung jawab pribadi dalam membangun seluruh rakyat Indonesia.Yang terakhir ini adalah tidak lain sikap nasionalisme dan patriotisme Indonesia yang sesungguhnya

B.Reformasi Pendidikan daam Pembangunan
       Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan peserta didik yang lahir,tumbuh,dan berkembang dari ,oleh,dan untuk masyarakat. Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang terkait dengan aspek ekonomi ,politik,dan social lain-lainnya saliung mempengaruhi.
Selama lebih dari 50 tahun di negeri tercinta ini telah lahir tiga undang-undang yang mengatur pendidikan. Undang- Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Dua tahun kemudian disusul dengan Undang – Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kedua Undang-Undang itu merupakan produk reformasi dalam bidang pendidikan.
Kedua Undang-Undang terakhir tersebut menetapkan hal-hal penting diantaranya sebagai berikut:
1. Pinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan sebagai proses pemberdayaan peserta didik yang berlansung sepanjang hayat. Pendidikan berusaha mengembangkan budaya membaca, menulis dan menghitung bagi segenap warga masyarakatnya, member keteladanan,membangun kemauan dan memngembangkan kreativitas pesrta didik dalam proses pembelajaraan.
2. Fungsi pendidikan adalah mengembangkan kemauan dan membentuk watak seta peradaban bangasa yang bermartabat dalam rangaka mencerdaskan kehidupan bangsa.
3. Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat,beriman,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
4. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangaka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mempertimbangkan:peningkatan iman dan taqwa,pebingkatan aklhak mulia,peningkatan potensi,kecerdasan, dan minat peserta didik,potensi daerah dan lingkungan,tuntutan pembangunan nasioanl,tuntutan dunia kerja,pembangunan pengetahuan,teknologi dan seni,agama,dinamika perkembangan global,peraturan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
5. Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) ke sektor pendidikan dan minimal 20% dari  Anggaran Pendatan dan Belanja  Dearah (APBD)
6. Kedudukan Guru dan Dosen sebagai tenaga profesional bertujuan melaksanakan system pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sudah barang tentu dengan perundang-undanganyang lebih sempurna, pendidikan negara ini diharapkan makin berkembang maju dan makin berfungsi dalam penbangunan nasional dan pengembangan daerah.
           SISDIKNAS mengamanatakan pendidikan sebagai proses pemberdayaan dan pembudayaan yang mampu membentuk watak dan peradaban bngsa yang bermartabat, menjadikan manusia beriman,bertqwa,dan berakhlak mulia.Pendidkan membentuk aspek afeksimdisamping aspek kognisi dan psikomotorik. Aspek afeksi atau sikap dan nilai-nilai atau aspek moral adalah aspek yang sangat menentukan mutu manusia. Bagaimana luasnya pengetahuan dan keterampilan itu tidak membawa manfaat bagi pemiliknya maupun orang disekitarnya.
Runtuhnya moral dewasa ini terjadi dimana-mana,di berbagai lingkungan social, dikota metropolitan,di kota kecil,dan di pedesaan. Terjadi penganiayaan anak, perdagangan anak, eksploitasi terhadap anak,penganiayaan perempuan,bergagai macam penipuan,kecurangan,dan merebaknya koropsi di berbagai lembaga.
Kepada semua orang dewasa di berbagai lingkungan sosial mari kita belajar menepati kebenaran,belajar jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain,setelah itu sosialisasikan dan internalisasikan kebenaran dan kejujuran itu ke anak-anak. Kegiatan ini mengawali keberhasilan pelaksanaan SISDIKNAS dalam rangka pembangunan bangsa yang bermartabat.





















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
    Tuntutan pembelajaran di masa yang akan datang harus bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multi disipliner serta terkait pada produktifitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Teknologi informasi dan telekomunikasi dengan murah dan  mudah akan menghilangkan batasan-batasan ruang dan  waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikanDewasa ini banyak dampak-dampak yang terjadi akibat semakin berkembangnya IT didalam negeri ini.
  Pendidikan nasional merupakan pelaksanaan pendidikan suatu negara berdasarkaan sosio kultural,psikologis,ekonomis dan politis.Pendidikan tersebut ditunjukan untuk membentuk ciri khusus atau watak bangsa yang bersangkutan, yang sering juga disebut dengan kepribadian nasional.Sebuah survei telah membuktikan suatu kemunculan generasi dari para orangtua. Mereka merasa pemenuhan kebutuhan individu memiliki makna yang lebih penting daripada norma-norma terhadap penghargaan orangtua yang lebih dahulu banyak memiliki bentuk penolakan secara implisit dan juga lebih banyak pengorbanan bagi anak mereka.
Pendidikan Indonesia adalah sebagai pencapaian peradaban manusia selalu menjadi bagian pendidikan dunia. Pendididkan bukan hanya masalah pengajaran membaca dan menulis,namuam merupakan wujud hubungan antar manusiaa.







Daftar Pustaka
Hasbullah,2013.Dasar-dasar Ilmu Pendidikan .Jakarta:PT Rajagrafindo Persada.
Suardi.M,2012.Pengantar Pendidikan Teori dan Aplikasi.Jakarta:PT indeks
Triwiyanto.T.2014.Pengantar Pendidikan .Jakarta:PT.Bumi aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar