Sabtu, 02 Desember 2017

Laporan Semester Pratikum Biologi



LAPORAN  SEMESTER PRAKTIKUM
BIOLOGI





            






Oleh :
ROZAL NANDA PUTRA
E10017047
D.1






                                                                                     





FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR---------------------------------------------------------        I
DAFTAR ISI------------------------------------------------------------------        II
DAFTAR GAMBAR----------------------------------------------------------        III
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang------------------------------------------------------        1
1.2.Tujuan Dan Mamfaat------------------------------------------------        1-2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Amfibi---------------------------------------------------------------        3
2.2.Aves------------------------------------------------------------------        3-4
2.3.Mamalia--------------------------------------------------------------        4-5
BAB III MATERI DAN METODA
3.1.Waktu Dan Tempat--------------------------------------------------        6
3.2.Materi----------------------------------------------------------------        6
3.3.Metode---------------------------------------------------------------        6-7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.Amfibi---------------------------------------------------------------        8-11
4.2.Aves------------------------------------------------------------------        11-14
4.3.Mamalia--------------------------------------------------------------        14-17
BAB V PENUTUP
5.1.Kesimpulan----------------------------------------------------------        18-19
5.2.Saran-----------------------------------------------------------------        20
DAFTAR PUSTAKA---------------------------------------------------------        21-22


DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Morfologi Katak------------------------------------------------ 8
Gambar 2. Cavum Oris katak----------------------------------------------- 9
Gambar 3. Alat-alat Visceral Katak---------------------------------------- 10
Gambar 4. Echepalon Katak------------------------------------------------ 10
Gambar 5. Morfologi Kelas Aves------------------------------------------ 11
Gambar 6. Bulu Plumaer,Plumulae, dan Filo=plumae---------------------- 12
Gambar 7. Tulang-tulang Ekstremites-------------------------------------- 13
Gambar 8. Truncus Digestivus Aves--------------------------------------- 13
Gambar 9. Morfologi Kelinci----------------------------------------------- 14
Gambar 10. Susunan Gigi Kelinci------------------------------------------ 15
Gambar 11. Tulang Ekstremites Kelinci------------------------------------ 15
Gambar 12. Organ Dalam Kelinci------------------------------------------ 16







KATA PENGANTAR
          Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan laporan semester praktikum biologi ini.
          Laporan semester biologi ini diharapkan dapat menjadi bahan penilaian dalam setiap praktikum, dan kami juga berterimakasih kepada teman-teman yang telah membantu selama praktikum maupun dalam penyusunan laporan ini, dan tak lupa juga kepada Dosen dan tim pembimbing mata kuliah biologi ini yan telah membantu kami selama kegiatan praktikum berlangsung.
          Kami menyadari bahwa laporan semester ini belum bisa dikatakan sempurna oleh karena itu saran dan masukan mengenai perbaikan laporan semester praktikum biologi ini sangat kami harapkan.
          Akhir kata, semoga laporan semester praktikum biologi dapat berguna dan dapat dimamfaatkan sebagaiman harapan kita bersama.




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Jambi, Oktober 2017
                                                                                                                                                                                                                    ROZAL NANDA PUTRA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Amphibi merupakan vertebrata yang hidup di dua tempat yakni di darat dan di air. Spesies yang mewakili amphibi ini adalah katak (Rana sp),alasan dalam mewakilinya yaitu karena spesies mudah diperoleh dan diamati, cara hidupnya sederhana, ukuran tubuh besar, dan menunjukkan persamaan dalam bentuk dan fungsi dengan vertebrata tingkat tinggi. Pada amphibi ini morfologinya mencakup 3 (tiga) bagian yaitu caput (kepala), truncus (badan), dan extremitas.
Secara garis besar bagian-bagian luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian kepala dan leher, badan, kaki dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti oleh bulu, kulit dan  sisik  Hal ini yang membedakan antara ayam dengan reptil. Bagian-bagian tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara rinci digambarkan oleh North (1978) Aves merupakan spesies unggas atau burung yang memiliki ciri khusus yakni mempunyai bulu yang menutupi tubuhnya. Pada aves ini spesies yang mewakili adalah ayam (Gallus gallus). Ciri khas dari aves ini yaitu merupakan hewan yang homoiterm yakni suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
Mamalia merupakan kelompok hewan yang mempunyai ciri yaitu hewan beternak, menyusui dan bernafas dengan paru-paru. Mamalia  juga disebut hewan yang berkelenjar susu untuk menyusui anaknya. Yang mewakili spesies ini adalah adalah kelinci yang disebut dengan tetrapoda (hewan yang mempunyai 4 buah kaki atau 2 pasang kaki). Morfologi dari mamalia ini mencakup 4 (empat) bagian yaitu caput (kepala), truncus oleh 2 pasang extremitas, collum (batas antara truncus dan caput), dan cauda yang pendek.

1.2  Tujuan dan Manfaat.
 Adapun tujuan dari praktikum Amphibi  adalah supaya mahasiswa dapat mengetahui bentuk morfologi dari katak, dapat melihat bagian-bagian dari cavum oris katak dan dapat melihat alat-alat dan system pencernaan dari katak, serta dapat mengetahui bentuk  dan bagian-bagian dari encephalon dari katak. Aves adalah supaya dapat mengetahui bentuk morfologi dari kelas aves, dapat menetahui dan membedakan mengenai bulu plumae, plumulae dan filoplumulae, dapat mengamati tulang-tulang yang menjadi alat gerak (extremitas), dan dapat mengetahui alat-alat dan saluran pencernaan dan slauran reproduksi,serta dapat mengemati encephalon dari aves. Mamalia adalah supaya dapat mengetahui morfologi dari kelinci, dapat mengemati susunan gigi dari kelinci, dan dapat mengemati organ dalam perut kelinci dan dapat melihat alat-alat pencernaan, respirasi pada kelinci.

                                                            
          Mamfaat dari praktikum Amphibi adalah mahasiswa mengetahui dan paham morfologi katak, organ dalam cavum oris, dan alat- alat visceral katak. Aves adalah agar mahasiswa mengetahui dan paham morfologi kelas aves, bulu plumae, bulu plumulae dan bulu filoplumae, tulang tulang extremites, dan tractus digestivus dan tractus urogenetalis pada aves. Mamalia adalah agar kita memahami morfologi kelinci, susunan gigi kelinci, tulang tulang extremites serta organ dalam kelinci.


















BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Amfibi
Amphibi hidup di air pada tahapan kecebong dan hidup di darat saat dewasa. Namun, banyak jenis katak tidak melalui tahapan kecebong akuatik dan terestial. Campbel (2003),
.Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-sisa makananyang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduki. Dailik,Nerh (2000)
Amphibi hidup di dua alam, yakni didarat dan diair. Untuk substrat yang dibutuhkan spesies lebih dominan hidup didarat. Jesse, H. Wood (2007),
Batang otak katak merupakan pusat berbagai sistem kontrol termasuk pengaturan sistem respirasi dan takaran darah. Songjaya (2008),
Pada spesies rana dijumpai bahwa Ductus hepaticus yang mengandung cairan kecoklatan, cairan tersebut untuk menawarkan racun pengganggu dan juga digunakan dalan campuran pada menu makanan. Stonger (2001),


2.2. Aves
Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi 3 meliputi : 1. Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak. 2.  Plumulae, Berbentuk hampir sama dengan 3. filoplumae dengan perbedaan detail. Plumae, Bulu yang sempurna. (Ali, 2011)
Aves atau burung memiliki bulu yang terbuat dari keratin. Bulu yang membentuk sayap berperan untuk terbang. Selain bulu ciri-ciri lainnya pada burung adalah berpengaruh dari bahan keratin, tidak bergigi struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangnya kuat namun ringan, memiliki empedal untuk menghancurkan makanan, lambung berotot besar, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang empat. ( Anonim, 2010 )
Aves mempunyai beberapa mekanisme yang mengatur pertukaran panas dengan lingkungan. Vasodilatasi dan vasokontriksi mempengaruhi pertukaran panas dan bisa juga mempengaruhi suhu regional di dalam tubuhnya. Kekuatan atau daya insulasi lapisan bulu atau rambut tergantung pada berapa banyak udara diam yang terjerat dalam lapisan tersebut. Dengan demikian, sebagian besar mamalia dan burung darat bereaksi terhadap keadaan dingin dengan menegakkan bulu (Campbell, 2004).
Hampir setiap bagian dari anatomi burung yang khas termodifikasi dalam beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan terbang. Tulang-tulang burung memiliki struktur internal yang menyerupai sarang lebah, yang membuat mereka kuat namun ringan. Adaptasi lain yang mengurangi berat burung adalah tidak adanya beberapa organ. Burung betina, misalnya memiliki satu ovarium. Selain itu, burung modern juga tidak bergigi, suatu adaptasi yang mengurangi bobot kepala (Campbell, 2004).
Struktur dan fisiologi burung diadaptasikan dalam berbagai cara untuk penerbangan yang efisien. Yang paling utama di antara semua ini adalah sayap. Meskipun sekarang sayap itu memungkinkan burung terbang jarak jauh untuk mencari makanan yang cocok dan berlimpah, mungkn saja sayap itu dahulu timbul sebagai adaptasi yang membantu mereka meloloskan diri dari pemangsa (Kimball, 2009)


2.3. Mamalia
Tubuh kelinci (Lepus nigricollis) dibagi menjadi empat bagian yaitu : caput, cervix, truncus dan cauda. Pada caput terdapat rima oris, vibrisae, nares, organon visus. Ciri-ciri yang dimiliki kelas mamalia seperti pada kelinci. (Anonimous,2007)
Vertebrata anggota Kelas Mamalia memiliki rambut, suatu karakteristik penentu seperti bulu terbang pada burung. Rambut, seperti bulu, terbuat dari keratin, namun para ahli zoologi masih belum pasti mengenai asal mula evolusi rambut. Sebagian besar mamalia memiliki metabolisme yang aktif dan merupakan endoterm. Sistem pernapasan dan peredaran darah yang efisien mendukung laju metabolisme yang tinggi (Campbell; 2003)
Mamalia merupakan salah satu kelas dari kingdom animalia yang memiliki sejarah evolusi hampir sempurna dibandingkan dengan kelas yang yang lain. Mammalia adalah organisme yang memiliki kelenjar susu (glandula mammae) yang dapat menghasilkan susu dan memiliki daun telinga untuk membantu pendengaran. Mammalia juga mempunyai rambut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya (Kant, 2001).
Bagian internal mamalia sebagian besar memiliki struktur yang hampir sama yaitu terdapat organ-organ vital yang meliputu hepar, cor, ren, vesica vellea, ventriculus, intestinum crassum, ceacum, dan vesica urinaria. (kardong. 2002).
System pencernaan pada mamalia dibedakan menjadi dua yaitu Tractus digestivus (saluran pencernaan) dan Glandula digestoria (kelenjar pencernaan). Tractus digestivus disusun oleh cavum oris, lingua, pharynk, esophagus, ventrikulus, intestinum tenue, coecum,  intestinum crasum, dan anus. Cavun oris terdiri dari palantum durum (langit-langit keras), palantum molle (langit-langit lunak)dan dentes. Dentes terdapt empat macam yaitu dens insisivus, dan caninus yang berkembang tereduksi, dens praemolare, dan dens molare. Diantara dens insisivus  dan praemolare terdapat celah yang dinamakan diastema. Pada lingua terdapat lingua yang mempunyai banyak papillae (tonjolan kecil) yang berfungsi sebagai indra perasa. (lytle dan John, 2005).








BAB III

MATERI DAN METODE

3.1 Waktu dan tempat
Praktikum biologi mengenai amphibi, aves dan mamalia dilaksanakan setiap hari Senin, Mulai tanggal 16 oktober 2017 sampai 30 oktober 2017 pukul 10:00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat dilaboratorium Fakultas Peternakan, Universitas jambi, Jambi.

3.2 Materi    
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum amphibi ini adalah alat bedah, plastik/terpal ukuran 1 meter, jarum pentul, pisau carter, telenan, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 3 ekor katak yang masih segar.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum aves ini adalah alat bedah, plastic/terpal ukuran 1 meter, pisau, pisau carter, telenan, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 1 ekor ayam dengan berat minimal 1 kg.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum mamalia ini adalah alat bedah, plastic/terpal ukuran 1 meter, pisau, pisau carter dan telenan, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 1 ekor ayam berat minimal 1 kg.



3.3 Metoda
Metode yang digunakan dalam praktikum amphibi adalah kegiatan satu, siapkan seekor katak yang segar, dan papan praktikum.Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati morfologinya.Lalu gambar hasil pengamatan, dan beriketerngan gambar tersebut. Kegiatan dua, buka cavum oris dengan jelas, amati bagiannya, lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangannya. Kegiatan tiga, bedah rongga perut dan thorax katak, amati dengan jelas, lalu gambar hasila pengamatan, dan beri keterangan gambar. Kegiatan empat, bedah enchepalon katak, keluarkan enchepalon (otak) dengan hati-hati, dan amati dengan seksama.
Metode yang digunakan dalam praktikum aves adalah kegiatan satu, siapkan seekor ayam, dan papan praktikum. Kemudian latakkan objek diatas papan praktikum, dan amati morfologinya. Lalu gambar hasil pengamatan , dan beri keterangan bagiannya.Kegiatan dua, cabut masing-masing 1 buah bulu plumae. Plumulae, dan filoplumulae, amati dengan seksama. Lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangan bagiannya. Kegiatan tiga, bedahlah bagian extremitas ayam, buang kulit dan musculus yang menempel pada tulang, pisahkan extremitas atas dan bawah, dan amati dengan jelas. Lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan bagiannya. Kegiatan empat, bedahlah thorax rongga perut dengan gunting, pinset, dan scapel, dan amati organ-organ yang ada, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan bagiannya.
Metode yang digunakan dalam praktikum mamalia adalah kegiatan satu, siapkan 1 pasang kelinci/marmot, plastic terpal 1 m, dan papan praktikum. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati morfologinya , lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangan bagiannya. Kegiatan dua, buka cavum oris kelinci, dan amati gigi-giginya, lalu gambar hasil pengamatan, beri keterangan, buat susunan gigi tersebut, dan simpulkan perbandingannya pada rumus gigi pada diktat. Kegiatan tiga, siapkan alat bedah, pisau potong dan papan praktikum. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, potong kelinci dan kuliti, buka rongga dada dan perutnya, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan dari bagian-bagian gambar tersebut.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. AMPHIBI

4.1.1. Melihat Morfologi Katak

Gamabar 1 Morfologi katak
Perbedaan antara amphibia dan reptilia sebagai kerabat terdekatnya, terletak pada kulitnya yang lembut, basah dan tidak tertutup oleh apa – apa serta kulit telurnya yang tidak terdiri atas kulit yang keras dan lentur yang dapat mencegah telur jadi kering. Oleh karena itu telur amphibia hanya dapat hidup di air atau di tempat basah. Kita mengenal kira – kira 3000 spesies amphibia yang msih hidup yang dapat dibagi menjadi 3 ordo yaitu : pertama, Apoda atau salamander cacing (kira – kira 150 spesies) yang “bagian besar masa hidupnya ada dalam tanah; kedua, Cudata atau salamander (250 spesies); dan ketiga, Anura atau kodok dan bangkong (2600 spesies) yang kaki belakangnya panjang.
Sesuai dengan kebiasaannya untuk melompat. Amphibia terdapat di semua bagian dunia; terutama Apoda terdapat di daerah tropis, kecuali Australia, Sulawesi, Madagascar, dan kepulauan hindia barat. Caudata terutama terdapat di daerah beriklim sedang, dan banyak sekali di Amerika Utara. Dari sana hewan ini melalui pegunungan Andes menyebar ke daerah tropis Amerika Selatan. Caudata ini tidak terdapat di benua Afrika (kecuali di bagian barat laut). Sedangkan Anura terdapat di mana – mana, kecuali di tempat yang selalu beku dan di beberapa pulau tertentu. Terutama di daerah tropis, anura ini sangat banyak jumlah dan spesiesnya.
Tubuh kata terbagi atas caput, yang terdiri dari rima oris dan cavum oris, organon visus yang trediri dari pelepuk mata atas dan pelepuk mata bawah. Membran tympani yang terletak dibelakang mata, nares externa yang terletak diatas celah mulut. Truncus dijumpai muara dari organ exeretori (urogenitalis) dan alat-alat pencernaan. Extrenites terbgi atas dua yaitu extremites anterior terdiri dari branchium, ante branchium, manus dan digiti, sedangkan extremites posterior terdiri dari femur, crus, pes dan digit.


42.2. Melihat Cavum oris Katak

Gambar 2 cavum oris katak

Pada cavum oris (rongga mulut) terdapat lingua (lidah) dan gigi. Lingua pada katak dapat dijulurkan karena berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Juga pada mulut terdapat gigi yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.
Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina (Anonimous, 2011).



4.3.3. Melihat Alat-alat visceral Katak



Gambat 3 Alat-alat visceral Katak

Pada pembuahan eksternal biasanya dibentuk ovum dalam jumlah besar, karena kemungkinan terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara internal. Pada katak betina menghasilkan ovum yang banyak, kalau kita membedah katak betina yang sedang bertelur, kita akan menjumpai bentukan berwarna hitam yang hampir memenuhi rongga perutnya, itu merupakan ovarium yang penuh berisi sel telur, jumlahnya mencapai ribuan. Pada katak betina juga ditemukan semacam lekukan pada bagian leher, yang berfungsi sebagai tempat ”pegangan” bagi katak jantan ketika mengadakan fertilisasi. Hal ini diimbangi oleh katak jantan dengan adanya struktur khusus pada kaki depannya, yaitu berupan telapak yang lebih kasar. Fungsinya untuk memegang erat katak betina ketika terjadi fertilisasi. (Iqbalali: 2009)

4.4.4 Melihat Enchephalon Katak
Gambar 4 Enchephalon Katak
Sistem saraf pada amfibi terdiri atas sistem saraf sentral dan sistem saraf periforium. Sistem saraf sentral terdiri dari : encephalon (otak) dan medulla spinalis. Enchephalon terdapat pada kotak otak (cranium). Pada sebelah dorsal akan tampak dua lobus olfactorium menuju saccus nasalis, dua haemisperium cerebri atau cerebrum kanan kiri yang berbentuk ooid yang dihubungkan dengan comisure anterior, sedangkan bagian anteriornya dergabung dengan dienchepalon medialis. Dibagian belakang ini terdapat dua bulatan lobus opticus yang ditumpuk otak tengah tengah (mesenchepalon) sebelah bawahnya merupakan cerebreum (otak kecil). Dibelakang terdapat bagian terbuka sebelah atas yakni medulla oblongata yang berhubungan dengan medulla spinalis dan berakhir disebelah felium terminale.

4.2.  Aves

4.2.1 Mengamati morfologi aves
Gambar 5 Morfologi kelas aves

Tubuh ayam yerdiri dari caput, collum, truncus, dan cauda. Unggas mempunyai ciri-ciri yang spesifik dengan adanya alat penutup tubuh yang berupa bulu (pulmae/feather) dan kulit. Bulu menutup hampir seluruh tubuh ayam dan ciri ini yang membedakan dengan hewan bertulang belakang yang lain. Bulu tumbuh pada beberapa tempat, yaitu: bahu (shoulder), paha (thigh), ekor (rump), dada (breast), leher (neck), perut (abdomen), punggung (back), sayap (wing), kaki (leg) dan kepala (head). Sebagian besar bulu tersusun atas protein yang disebut keratin. Bulu berfungsi sebagai pelindung tubuh dari luar, insulasi dari temperatur, identifikasi penyakit, defisiensi nutrien dan produksi telur (North, 2001).



4.2.2 Mengamati bulu plumae, plumulae dan filoplumae

Gambar 6 Bulu plumae, plumulae dan filoplumae

Plumulae terdiri dari calamus, rachis, barbae dan barbulae tanpa adanya vexillum. Phyloplumae fungsi belum jelas dan tumbuh jarang di seluruh tubuh. Pada plumae terdapat calamus  yang berupa tangkai dari bulu yang berbentuk memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkal calamus terdapat lubang yang disebut umbilicus inferior dan pada bagian distal disebut umbilicus superior. Pada umbilicus superior ke arah rachis menjadi sulcus. Pada ayam muda kedua umbilicus tersebut dilalui oleh pembuluh darah  yang berguna untuk mengedarkan makanan kepada bulu-bulu muda. Vexillum terbentuk oleh barbae (suatu cabang bulu ke arah lateral rachis) dan tiap barbae bercabang-cabang menjadi barbulae. Barbulae ada dua macam, barbulae distal dan barbulae proximal. Barbulae distal menuju ke arah ujung sayap dan mempunyai kait-kait yang disebut radioli. Barbulae proximal adalah barbulae yang menuju ke arah pangkal sayap (Radiopoetro, 2003).






4.2.3 Mengamati tulang extremites







Gambar 7 Tulang-tulang ekstremites

Tulang extremites ayam di bagi dua yaitu extremites atas dan bawah. Extremites atas terdiri dari humerus, radius, ulna, carpometacarpus, dan phalanges, sedangkan yang bawah terdiri dari femur, patella, vibula, tibiya, tarsometatarsus, dan phalanges. Campbell mengungkapkan bahwa, hampir setiap bagian dari anatomi burung yang khas termodifikasi dalam beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan terbang. Tulang-tulang burung memiliki struktur internal yang menyerupai sarang lebah, yang membuat mereka kuat namun ringan. Adaptasi lain yang mengurangi berat burung adalah tidak adanya beberapa organ. Burung betina, misalnya memiliki satu ovarium. Selain itu, burung modern juga tidak bergigi, suatu adaptasi yang mengurangi bobot kepala (Campbell, 2004)

4.6.4 Mengamati tractus digestivus
Gambar 8 Tractus digestivus aves
Struktur dan bentuk bulu ukurannya bervariasi pada bagian-bagian tubuh ayam, dan dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin antara ayam jantan dan betina terutama pada bulu-bulu leher, sayap dan ekor. Bulu-bulu besar pada sayap dan ekor pada waktu dan umur tertentu akan meluruh dan tumbuh kembali,  hal ini  menunjukkan waktu tertentu ayam petelur saat keluar dari masa produksi telur (Nesheim et al, 2001).
Unggas mempunyai ciri-ciri yang spesifik dengan adanya alat penutup tubuh yang berupa bulu (pulmae/feather) dan kulit. Bulu menutup hampir seluruh tubuh ayam dan ciri ini yang membedakan dengan hewan bertulang belakang yang lain. Bulu tumbuh pada beberapa tempat, yaitu: bahu (shoulder), paha (thigh), ekor (rump), dada (breast), leher (neck), perut (abdomen), punggung (back), sayap (wing), kaki (leg) dan kepala (head). Sebagian besar bulu tersusun atas protein yang disebut keratin. Bulu berfungsi sebagai pelindung tubuh dari luar, insulasi dari temperatur, identifikasi penyakit, defisiensi nutrien dan produksi telur (North, 2000).





4.3.  Mamalia

4.3.1 Mengamati morfologi kelinci
Gambar 9 Morfologi kelinci

Tubuh kelinci (Lepus nigricollis) dibagi menjadi empat bagian yaitu caput, cervix, truncus dan cauda. Pada caput terdapat rima oris, vibrisae, nares, organon visus. Ciri-ciri yang dimiliki kelas mamalia seperti pada kelinci (Lepus nigricollis) memiliki kelenjar mammae (merupakan modifikasi kelenjar peluh) untuk menyusui anaknya. Mempunyai telinga yang panjang dan kaki belakang yang lebih panjang dari pada kaki depan. kelinci termasuk hewan tetrapoda yang memiliki 4 anggota gerak berupa kaki (Anynomous, 2007).

4.3.2 Mengamati susunan gigi kelinci

Gambar 10 Susunan gigi kelinci
Rumus gigi pada kelinci :
I1       C0       P1        M3       M3       P1        C0       I1         =10
I1       C0       P1        M3       M3       P1        C0       I1         =10
          Kelinci mempunyai gigi seri yang digunakan untuk memotong-motong makanan sebelum dia memakan makanannya. Susunan gigi kelinci terdiri dari incisots, peg teeth, sinuses, eye socket, maxilla (lower jaw), cheeck teeth.

4.3.3 Mengamati tulang-tulang extremites
Gambar 11 Tulang extremites kelinci

Tulang extremites kelinci terdiri dari extremites atas dan extemites bawah. Extremites atas terdiri dari himerus, radius, ulna, tulang kaki depan, dan digiti, sedangkan extremites bawah terdiri dari femur, tulang kaki belakang dan digiti.


4.3.4 Mengamati organ-organ dalam kelinci
Gambar 12 organ dalam kelinci
              Sistem pencernaan pada kelinci terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri dari cavum oris, pharyx, oesophagus, ventriculus, intestinum dan anus, sedangkan kelenjar pencernaannya antara lain glandula salivarae (kelenjar ludah) glandulae, hepar (hati) dan pancreas (katawi, 2002).
          Sistem reproduksi betina tersusun atas sistem genitalis interna dan externa. Pada hewan betina organ interna berupa sepasang ovarium dan uterus. Ovarium terletak disebelah kaudal dari ren dan didalamnya terdapat folikel. Folikel berbentuk gelembung uterus berjumlah sepasang dan berkelok-kelok dan terbagi atas infundi rambuim, tuba dan uterus. Organ externa tersusun atas vagina, vulva, labium, majus, labium, ninus dan ditoris.
          Pada sistem reproduksi kelinci jantan memiliki reproduksi interna dan externa. Organ interna terdiri dari testis dan epididimis. Testis terdapat sepasang yang terletak pada sorotu. Testis merupakan penghasil sperma, terus dikeluarkan melalui epididimis yang merupakan tempat pematangan kemudian kevasdeferems, sedangkan organ externa berupa penis. Penis ini merupakan alat kapulasi dan tersusun dari carpus cavern yang membantu sistem reproduksi.
              Paru-paru mamalia berada dalam rongga dada yang dapat dibesarkan atau disempitkan, sehingga udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru masih mengalami percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang terkecil tidak lagi diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung yang buntu disekut alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru sehimgga memperbesar kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernapasan oleh kapiler-kapiler pada dinding alveolus (Brotowijoyo, 2000).
          Urutan pernapasan pada kelinci yaitu nares externa, cavum oris, nares interna, pharyx, larynk, trachea, broncus, bronchiolus dan alveolus.

























BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
          Amphibi merupakan vertebrata yang kali pertama memulai kehidupan diair lalu didarat.alasan memilih Rana Sp  memiliki kelas ini karana genus ini mudah memperoleh dan diamati.
Morfologi pada aves terdiri dari caput yang relatif kecil, collum (cevix) yang panjang yang diselubuhi bulu, truncus diselubuhi bulu dan terdapat extremites dan cauda pendek sekali dan disebut uropygia dan bulu-bulu yang menutupinya disebut retrices. Bulu pada aves terdiri atas plumae, plumulae, dan filoplumae. Extremites anterior atau sayap terdiri atas phalanges, carpus, ulna, radius dan humerus. Sedangkan extremites posterior terdiri dari femur, patella, fibula, fibia, moatorsus dan digiti.
Kelinci atau marmut termasuk hewan menyusui (mamalia).karena mempuyaio kelenjar susu yang berguna untuk menyusui anaknya. Morfologi pada kelinci terdiri atas caput (organon visus, auricle, misai, cavum, nares externa. Truncus terdapat dua pasang extremites dan cauda pendek. Kelinci digolongkan sebgai hewan tetrapoda karena mempunya 4 buah kaki atau 2 pasang kaki. Kelinci mempunyai gigi seri yang digunakan untuk memotong makanan sebelum ditelan. Sistem pencernaan pada kelinci terdiri atas cavum oris, oesapagus, ventriculus, intestinum dan anus.sistem reproduksi pada hewan betina berupa sepasang ovarius dan uterus yang merupakan sistem genitalis interna, sedangkan sistem reproduksi pada hewan jantan terdiri atas testis epididimis yang merupakan bagian interna sedangkan bagian externa berupa penis. Sistem peredaran pada kelinci memiliki tiga komponen yaitu berupa jantung, pembuluh dan darah.


5.1 Saran
         Pada saat praktikum diharapkan membawa alat dan bahan yang lengkap agar praktikum berjalan dengan lancar, dan praktikan harus mengikuti arahan serta bimbingan dari asisten dosen agar praktikum berjalan sesuai yang direncanakan




DAFTAR PUSTAKA
Anonymous,http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/classification/
Akuakultur,S. 1977. Tata produksi perikanan. Bandung : Penerbit Erlangga Campbell, dkk. Biologi Edisi kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga. 2004.
Campbell, dkk. Biologi Edisi kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga. 2004.
Campbell, N. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta: Erlangga
Fried. 2005. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Hasanuddin, suanin. 1984. Taksonomi dan kunci identifikasi ikan. Bogor : Bina Karya Perkasa
Heddy, Suwasno. 1986. Biologi umum. Medan : Rajawali Pers
Iqbal Ali, Aves.  Blog Iqbal Ali. http://iqbalali.com (29 Desember 2011).  Winston. Jakarta : Cuyugoro
Kimball. Biologi Jilid 3 edisi ke 5. Jakarta: Erlangga. 2009.
Kant, G. C., R. K. Carr.2001. Comparative of the Anatomy Vertebrates Ninth     edition. New York: Mc Graw Hill Companies Inc
Kardong, K.V. 2002. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution.
  
Lakitan. 1996. Fisiologi Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: Rajawali Pers.
Lytle, C.F., J. R. Meyer. 2005. General Zoology. New York: McGraw-Hill   Companies. North America: Mc Graw Hill-Companies Inc.
Nasir, Muhammad. 1993. Penuntun praktikum biologi umum. Yogyakarta :                 Depdikbud
Stonger, Usinger. 2001. Cell Structure. Jakarta : Erlangga
Supardi. 1993. Stuktur Dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Suradinata. 1998. Struktur Tumbuhan. Bandung: Angkasa
Thenawijaja, Maggi.1980. Analition of transmittion of plant’s roots. Medan : Unit Gramedia baru.
Veelissa.2013.Sel Mati dan Sel Hidup . https://veelissa. wordpress.com /2013/12/28/ sel-hidup-dan-sel-mati/ . diakses 26 oktober 2016
Williamson. 1965. Pemeliharaan ikan mas (tambera). Jakarta : Erlangga














Tidak ada komentar:

Posting Komentar