LAPORAN SEMESTER PRAKTIKUM
BIOLOGI
Oleh
:
ROZAL
NANDA PUTRA
E10017047
D.1
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2017
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR--------------------------------------------------------- I
DAFTAR
ISI------------------------------------------------------------------ II
DAFTAR
GAMBAR---------------------------------------------------------- III
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang------------------------------------------------------ 1
1.2.Tujuan
Dan Mamfaat------------------------------------------------ 1-2
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Amfibi--------------------------------------------------------------- 3
2.2.Aves------------------------------------------------------------------ 3-4
2.3.Mamalia-------------------------------------------------------------- 4-5
BAB
III MATERI DAN METODA
3.1.Waktu
Dan Tempat-------------------------------------------------- 6
3.2.Materi---------------------------------------------------------------- 6
3.3.Metode--------------------------------------------------------------- 6-7
BAB
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.Amfibi--------------------------------------------------------------- 8-11
4.2.Aves------------------------------------------------------------------ 11-14
4.3.Mamalia-------------------------------------------------------------- 14-17
BAB
V PENUTUP
5.1.Kesimpulan---------------------------------------------------------- 18-19
5.2.Saran----------------------------------------------------------------- 20
DAFTAR
PUSTAKA--------------------------------------------------------- 21-22
DAFTAR
GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Morfologi
Katak------------------------------------------------
8
Gambar
2. Cavum Oris katak----------------------------------------------- 9
Gambar 3. Alat-alat
Visceral Katak---------------------------------------- 10
Gambar 4. Echepalon
Katak------------------------------------------------ 10
Gambar 5. Morfologi
Kelas Aves------------------------------------------ 11
Gambar
6. Bulu Plumaer,Plumulae, dan Filo=plumae---------------------- 12
Gambar
7. Tulang-tulang Ekstremites-------------------------------------- 13
Gambar
8. Truncus Digestivus Aves--------------------------------------- 13
Gambar
9. Morfologi Kelinci----------------------------------------------- 14
Gambar
10. Susunan Gigi Kelinci------------------------------------------ 15
Gambar
11. Tulang Ekstremites Kelinci------------------------------------ 15
Gambar
12. Organ Dalam Kelinci------------------------------------------ 16
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur kehadirat tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunianya kami dapat menyelesaikan laporan semester praktikum biologi ini.
Laporan
semester biologi ini diharapkan dapat menjadi bahan penilaian dalam setiap
praktikum, dan kami juga berterimakasih kepada teman-teman yang telah membantu
selama praktikum maupun dalam penyusunan laporan ini, dan tak lupa juga kepada
Dosen dan tim pembimbing mata kuliah biologi ini yan telah membantu kami selama
kegiatan praktikum berlangsung.
Kami
menyadari bahwa laporan semester ini belum bisa dikatakan sempurna oleh karena
itu saran dan masukan mengenai perbaikan laporan semester praktikum biologi ini
sangat kami harapkan.
Akhir
kata, semoga laporan semester praktikum biologi dapat berguna dan dapat
dimamfaatkan sebagaiman harapan kita bersama.
Jambi,
Oktober 2017
ROZAL
NANDA PUTRA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Amphibi
merupakan vertebrata yang hidup di dua tempat yakni di darat dan di air.
Spesies yang mewakili amphibi ini adalah katak (Rana sp),alasan dalam mewakilinya yaitu karena spesies mudah
diperoleh dan diamati, cara hidupnya sederhana, ukuran tubuh besar, dan
menunjukkan persamaan dalam bentuk dan fungsi dengan vertebrata tingkat tinggi.
Pada amphibi ini morfologinya mencakup 3 (tiga) bagian yaitu caput (kepala),
truncus (badan), dan extremitas.
Secara
garis besar bagian-bagian luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian
kepala dan leher, badan, kaki dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti
oleh bulu, kulit dan sisik Hal ini yang membedakan antara ayam
dengan reptil. Bagian-bagian tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara
rinci digambarkan oleh North (1978) Aves merupakan spesies unggas atau burung
yang memiliki ciri khusus yakni mempunyai bulu yang menutupi tubuhnya. Pada
aves ini spesies yang mewakili adalah ayam (Gallus
gallus). Ciri khas dari aves ini yaitu merupakan hewan yang homoiterm yakni
suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
Mamalia
merupakan kelompok hewan yang mempunyai ciri yaitu hewan beternak, menyusui dan
bernafas dengan paru-paru. Mamalia juga disebut hewan yang berkelenjar
susu untuk menyusui anaknya. Yang mewakili spesies ini adalah adalah kelinci
yang disebut dengan tetrapoda (hewan yang mempunyai 4 buah kaki atau 2 pasang
kaki). Morfologi dari mamalia ini mencakup 4 (empat) bagian yaitu caput
(kepala), truncus oleh 2 pasang extremitas, collum (batas antara truncus dan
caput), dan cauda yang pendek.
1.2 Tujuan dan Manfaat.
Adapun tujuan dari praktikum Amphibi adalah supaya mahasiswa dapat mengetahui
bentuk morfologi dari katak, dapat melihat bagian-bagian dari cavum oris katak
dan dapat melihat alat-alat dan system pencernaan dari katak, serta dapat
mengetahui bentuk dan bagian-bagian dari
encephalon dari katak. Aves adalah supaya dapat mengetahui bentuk morfologi
dari kelas aves, dapat menetahui dan membedakan mengenai bulu plumae, plumulae
dan filoplumulae, dapat mengamati tulang-tulang yang menjadi alat gerak
(extremitas), dan dapat mengetahui alat-alat dan saluran pencernaan dan slauran
reproduksi,serta dapat mengemati encephalon dari aves. Mamalia adalah supaya
dapat mengetahui morfologi dari kelinci, dapat mengemati susunan gigi dari
kelinci, dan dapat mengemati organ dalam perut kelinci dan dapat melihat
alat-alat pencernaan, respirasi pada kelinci.
Mamfaat
dari praktikum Amphibi adalah mahasiswa mengetahui dan paham morfologi katak, organ
dalam cavum oris, dan alat- alat visceral katak. Aves adalah agar mahasiswa
mengetahui dan paham morfologi kelas aves, bulu plumae, bulu plumulae dan bulu
filoplumae, tulang tulang extremites, dan tractus digestivus dan tractus
urogenetalis pada aves. Mamalia adalah agar kita memahami morfologi kelinci,
susunan gigi kelinci, tulang tulang extremites serta organ dalam kelinci.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Amfibi
Amphibi
hidup di air pada tahapan kecebong dan hidup di darat saat dewasa. Namun,
banyak jenis katak tidak melalui tahapan kecebong akuatik dan terestial. Campbel
(2003),
.Tiap mata
mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata
bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di
bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang
sisa-sisa makananyang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma
dari alat reproduki. Dailik,Nerh (2000)
Amphibi
hidup di dua alam, yakni didarat dan diair. Untuk substrat yang dibutuhkan
spesies lebih dominan hidup didarat. Jesse, H. Wood (2007),
Batang otak
katak merupakan pusat berbagai sistem kontrol termasuk pengaturan sistem
respirasi dan takaran darah. Songjaya (2008),
Pada
spesies rana dijumpai bahwa Ductus hepaticus yang mengandung cairan kecoklatan,
cairan tersebut untuk menawarkan racun pengganggu dan juga digunakan dalan
campuran pada menu makanan. Stonger (2001),
2.2. Aves
Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi 3
meliputi : 1. Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh
tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama
akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.
2. Plumulae, Berbentuk hampir sama
dengan 3. filoplumae dengan perbedaan detail. Plumae, Bulu yang sempurna. (Ali,
2011)
Aves atau burung memiliki bulu yang terbuat dari keratin.
Bulu yang membentuk sayap berperan untuk terbang. Selain bulu ciri-ciri lainnya
pada burung adalah berpengaruh dari bahan keratin, tidak bergigi struktur
tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangnya kuat namun ringan, memiliki
empedal untuk menghancurkan makanan, lambung berotot besar, bernapas dengan
paru-paru, jantung beruang empat. ( Anonim, 2010 )
Aves mempunyai beberapa mekanisme yang mengatur
pertukaran panas dengan lingkungan. Vasodilatasi dan vasokontriksi mempengaruhi
pertukaran panas dan bisa juga mempengaruhi suhu regional di dalam tubuhnya.
Kekuatan atau daya insulasi lapisan bulu atau rambut tergantung pada berapa
banyak udara diam yang terjerat dalam lapisan tersebut. Dengan demikian,
sebagian besar mamalia dan burung darat bereaksi terhadap keadaan dingin dengan
menegakkan bulu (Campbell, 2004).
Hampir setiap bagian dari anatomi burung yang khas
termodifikasi dalam beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan terbang.
Tulang-tulang burung memiliki struktur internal yang menyerupai sarang lebah,
yang membuat mereka kuat namun ringan. Adaptasi lain yang mengurangi berat
burung adalah tidak adanya beberapa organ. Burung betina, misalnya memiliki
satu ovarium. Selain itu, burung modern juga tidak bergigi, suatu adaptasi yang
mengurangi bobot kepala (Campbell, 2004).
Struktur dan fisiologi burung diadaptasikan dalam
berbagai cara untuk penerbangan yang efisien. Yang paling utama di antara semua
ini adalah sayap. Meskipun sekarang sayap itu memungkinkan burung terbang jarak
jauh untuk mencari makanan yang cocok dan berlimpah, mungkn saja sayap itu
dahulu timbul sebagai adaptasi yang membantu mereka meloloskan diri dari
pemangsa (Kimball, 2009)
2.3. Mamalia
Tubuh kelinci (Lepus nigricollis) dibagi
menjadi empat bagian yaitu : caput, cervix, truncus dan cauda. Pada caput
terdapat rima oris, vibrisae, nares, organon visus. Ciri-ciri yang dimiliki
kelas mamalia seperti pada kelinci. (Anonimous,2007)
Vertebrata anggota Kelas Mamalia memiliki rambut, suatu
karakteristik penentu seperti bulu terbang pada burung. Rambut, seperti bulu,
terbuat dari keratin, namun para ahli zoologi masih belum pasti mengenai asal
mula evolusi rambut. Sebagian besar mamalia memiliki metabolisme yang aktif dan
merupakan endoterm. Sistem pernapasan dan peredaran darah yang efisien
mendukung laju metabolisme yang tinggi (Campbell; 2003)
Mamalia merupakan salah satu kelas dari kingdom animalia
yang memiliki sejarah evolusi hampir sempurna dibandingkan dengan kelas yang
yang lain. Mammalia adalah organisme yang memiliki kelenjar susu (glandula
mammae) yang dapat menghasilkan susu dan memiliki daun telinga untuk membantu
pendengaran. Mammalia juga mempunyai rambut yang menutupi seluruh bagian
tubuhnya (Kant, 2001).
Bagian internal mamalia sebagian besar memiliki struktur
yang hampir sama yaitu terdapat organ-organ vital yang meliputu hepar, cor,
ren, vesica vellea, ventriculus, intestinum crassum, ceacum, dan vesica
urinaria. (kardong. 2002).
System pencernaan pada mamalia dibedakan menjadi dua
yaitu Tractus digestivus (saluran pencernaan) dan Glandula digestoria (kelenjar
pencernaan). Tractus digestivus disusun oleh cavum oris, lingua, pharynk,
esophagus, ventrikulus, intestinum tenue, coecum, intestinum crasum, dan anus. Cavun oris
terdiri dari palantum durum (langit-langit keras), palantum molle
(langit-langit lunak)dan dentes. Dentes terdapt empat macam yaitu dens
insisivus, dan caninus yang berkembang tereduksi, dens praemolare, dan dens
molare. Diantara dens insisivus dan
praemolare terdapat celah yang dinamakan diastema. Pada lingua terdapat lingua
yang mempunyai banyak papillae (tonjolan kecil) yang berfungsi sebagai indra
perasa. (lytle dan John, 2005).
BAB III
MATERI DAN METODE
3.1 Waktu dan
tempat
Praktikum biologi mengenai amphibi,
aves dan mamalia dilaksanakan setiap hari Senin, Mulai tanggal 16 oktober 2017
sampai 30 oktober 2017 pukul 10:00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat
dilaboratorium Fakultas Peternakan, Universitas jambi, Jambi.
3.2
Materi
Adapun alat-alat yang digunakan dalam
praktikum amphibi ini adalah alat bedah, plastik/terpal ukuran 1 meter, jarum
pentul, pisau carter, telenan, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 3
ekor katak yang masih segar.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum aves ini
adalah alat bedah, plastic/terpal ukuran 1 meter, pisau, pisau carter, telenan,
sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 1 ekor ayam dengan berat minimal 1
kg.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum mamalia ini
adalah alat bedah, plastic/terpal ukuran 1 meter, pisau, pisau carter dan
telenan, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 1 ekor ayam berat minimal
1 kg.
3.3 Metoda
Metode yang digunakan dalam praktikum amphibi
adalah kegiatan satu, siapkan seekor katak yang segar, dan
papan praktikum.Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati
morfologinya.Lalu gambar hasil pengamatan, dan beriketerngan gambar tersebut. Kegiatan dua, buka cavum oris dengan
jelas, amati bagiannya, lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangannya. Kegiatan tiga, bedah rongga perut dan
thorax katak, amati dengan jelas, lalu gambar hasila pengamatan, dan beri
keterangan gambar. Kegiatan empat, bedah
enchepalon katak, keluarkan enchepalon (otak) dengan hati-hati, dan amati
dengan seksama.
Metode yang digunakan dalam
praktikum aves adalah kegiatan satu, siapkan seekor ayam, dan papan praktikum. Kemudian latakkan
objek diatas papan praktikum, dan amati morfologinya. Lalu gambar hasil
pengamatan , dan beri keterangan bagiannya.Kegiatan dua, cabut masing-masing 1
buah bulu plumae. Plumulae, dan filoplumulae, amati dengan seksama. Lalu gambar
hasil pengamatan, dan beri keterangan bagiannya. Kegiatan tiga, bedahlah bagian
extremitas ayam, buang kulit dan musculus yang menempel pada tulang, pisahkan
extremitas atas dan bawah, dan amati dengan jelas. Lalu gambar hasil pengamatan
dan beri keterangan bagiannya. Kegiatan empat, bedahlah thorax rongga perut
dengan gunting, pinset, dan scapel, dan amati organ-organ yang ada, lalu gambar
hasil pengamatan dan beri keterangan bagiannya.
Metode yang digunakan dalam
praktikum mamalia adalah kegiatan satu, siapkan 1 pasang kelinci/marmot,
plastic terpal 1 m, dan papan praktikum. Kemudian letakkan objek diatas papan
praktikum, amati morfologinya , lalu gambar hasil pengamatan, dan beri
keterangan bagiannya. Kegiatan dua, buka cavum oris kelinci, dan amati
gigi-giginya, lalu gambar hasil pengamatan, beri keterangan, buat susunan gigi
tersebut, dan simpulkan perbandingannya pada rumus gigi pada diktat. Kegiatan
tiga, siapkan alat bedah, pisau potong dan papan praktikum. Kemudian letakkan
objek diatas papan praktikum, potong kelinci dan kuliti, buka rongga dada dan
perutnya, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan dari bagian-bagian
gambar tersebut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. AMPHIBI
4.1.1. Melihat Morfologi
Katak
Gamabar
1 Morfologi katak
Perbedaan antara amphibia dan reptilia sebagai
kerabat terdekatnya, terletak pada kulitnya yang lembut, basah dan tidak
tertutup oleh apa – apa serta kulit telurnya yang tidak terdiri atas kulit yang
keras dan lentur yang dapat mencegah telur jadi kering. Oleh karena itu telur
amphibia hanya dapat hidup di air atau di tempat basah. Kita mengenal kira –
kira 3000 spesies amphibia yang msih hidup yang dapat dibagi menjadi 3 ordo
yaitu : pertama, Apoda atau salamander cacing (kira – kira 150 spesies) yang
“bagian besar masa hidupnya ada dalam tanah; kedua, Cudata atau salamander (250
spesies); dan ketiga, Anura atau kodok dan bangkong (2600 spesies) yang kaki
belakangnya panjang.
Sesuai
dengan kebiasaannya untuk melompat. Amphibia terdapat di semua bagian dunia;
terutama Apoda terdapat di daerah tropis, kecuali Australia, Sulawesi,
Madagascar, dan kepulauan hindia barat. Caudata terutama terdapat di daerah
beriklim sedang, dan banyak sekali di Amerika Utara. Dari sana hewan ini
melalui pegunungan Andes menyebar ke daerah tropis Amerika Selatan. Caudata ini
tidak terdapat di benua Afrika (kecuali di bagian barat laut). Sedangkan Anura
terdapat di mana – mana, kecuali di tempat yang selalu beku dan di beberapa
pulau tertentu. Terutama di daerah tropis, anura ini sangat banyak jumlah dan
spesiesnya.
Tubuh
kata terbagi atas caput, yang terdiri dari rima oris dan cavum oris, organon
visus yang trediri dari pelepuk mata atas dan pelepuk mata bawah. Membran
tympani yang terletak dibelakang mata, nares externa yang terletak diatas celah
mulut. Truncus dijumpai muara dari organ exeretori (urogenitalis) dan alat-alat
pencernaan. Extrenites terbgi atas dua yaitu extremites anterior terdiri dari
branchium, ante branchium, manus dan digiti, sedangkan extremites posterior
terdiri dari femur, crus, pes dan digit.
42.2.
Melihat Cavum oris Katak
Gambar 2 cavum oris katak
Pada cavum oris (rongga mulut) terdapat lingua (lidah)
dan gigi. Lingua pada katak dapat dijulurkan karena berfungsi sebagai alat
untuk menangkap mangsa. Juga pada mulut terdapat gigi yang berfungsi untuk
membunuh mangsanya.
Pembuahan pada
kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya
dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki
belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang
pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air,
sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina (Anonimous,
2011).
4.3.3.
Melihat Alat-alat visceral Katak
Gambat 3 Alat-alat visceral
Katak
Pada pembuahan eksternal biasanya dibentuk ovum dalam jumlah besar, karena
kemungkinan terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara
internal. Pada katak betina menghasilkan ovum yang banyak, kalau kita membedah
katak betina yang sedang bertelur, kita akan menjumpai bentukan berwarna hitam
yang hampir memenuhi rongga perutnya, itu merupakan ovarium yang penuh berisi
sel telur, jumlahnya mencapai ribuan. Pada katak betina juga ditemukan semacam
lekukan pada bagian leher, yang berfungsi sebagai tempat ”pegangan” bagi katak
jantan ketika mengadakan fertilisasi. Hal ini diimbangi oleh katak jantan
dengan adanya struktur khusus pada kaki depannya, yaitu berupan telapak yang
lebih kasar. Fungsinya untuk memegang erat katak betina ketika terjadi
fertilisasi. (Iqbalali: 2009)
4.4.4
Melihat Enchephalon Katak
Gambar 4 Enchephalon Katak
Sistem saraf pada amfibi terdiri atas sistem saraf
sentral dan sistem saraf periforium. Sistem saraf sentral terdiri dari :
encephalon (otak) dan medulla spinalis. Enchephalon terdapat
pada kotak otak (cranium). Pada sebelah dorsal akan tampak dua lobus
olfactorium menuju saccus nasalis, dua haemisperium cerebri
atau cerebrum kanan kiri yang berbentuk ooid yang dihubungkan
dengan comisure anterior, sedangkan bagian anteriornya dergabung dengan dienchepalon
medialis. Dibagian belakang ini terdapat dua bulatan lobus opticus
yang ditumpuk otak tengah tengah (mesenchepalon) sebelah bawahnya
merupakan cerebreum (otak kecil). Dibelakang terdapat bagian terbuka
sebelah atas yakni medulla oblongata yang berhubungan dengan medulla
spinalis dan berakhir disebelah felium terminale.
4.2. Aves
4.2.1 Mengamati morfologi aves
Gambar 5 Morfologi
kelas aves
Tubuh ayam yerdiri dari caput, collum, truncus, dan
cauda. Unggas mempunyai ciri-ciri yang spesifik dengan adanya
alat penutup tubuh yang berupa bulu (pulmae/feather) dan kulit. Bulu
menutup hampir seluruh tubuh ayam dan ciri ini yang membedakan dengan hewan
bertulang belakang yang lain. Bulu tumbuh pada beberapa tempat, yaitu: bahu (shoulder),
paha (thigh), ekor (rump), dada (breast), leher (neck),
perut (abdomen), punggung (back), sayap (wing), kaki (leg)
dan kepala (head). Sebagian besar bulu tersusun atas protein yang
disebut keratin. Bulu berfungsi sebagai pelindung tubuh dari luar, insulasi
dari temperatur, identifikasi penyakit, defisiensi nutrien dan produksi telur
(North, 2001).
4.2.2 Mengamati bulu plumae,
plumulae dan filoplumae
Gambar
6 Bulu plumae, plumulae dan filoplumae
Plumulae terdiri dari calamus,
rachis, barbae dan barbulae tanpa adanya vexillum. Phyloplumae
fungsi belum jelas dan tumbuh jarang di seluruh tubuh. Pada plumae
terdapat calamus yang berupa tangkai dari bulu yang berbentuk
memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkal calamus terdapat
lubang yang disebut umbilicus inferior dan pada bagian distal disebut umbilicus
superior. Pada umbilicus superior ke arah rachis menjadi sulcus.
Pada ayam muda kedua umbilicus tersebut dilalui oleh pembuluh
darah yang berguna untuk mengedarkan makanan kepada bulu-bulu muda. Vexillum
terbentuk oleh barbae (suatu cabang bulu ke arah lateral rachis)
dan tiap barbae bercabang-cabang menjadi barbulae. Barbulae
ada dua macam, barbulae distal dan barbulae proximal. Barbulae
distal menuju ke arah ujung sayap dan mempunyai kait-kait yang disebut radioli.
Barbulae proximal adalah barbulae yang menuju ke arah pangkal
sayap (Radiopoetro, 2003).
4.2.3 Mengamati tulang extremites
Gambar
7 Tulang-tulang ekstremites
Tulang
extremites ayam di bagi dua yaitu extremites atas dan bawah. Extremites atas
terdiri dari humerus, radius, ulna, carpometacarpus, dan phalanges, sedangkan
yang bawah terdiri dari femur, patella, vibula, tibiya, tarsometatarsus, dan
phalanges. Campbell mengungkapkan bahwa, hampir setiap bagian dari anatomi burung yang khas termodifikasi dalam
beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan terbang. Tulang-tulang burung
memiliki struktur internal yang menyerupai sarang lebah, yang membuat mereka
kuat namun ringan. Adaptasi lain yang mengurangi berat burung adalah tidak
adanya beberapa organ. Burung betina, misalnya memiliki satu ovarium. Selain
itu, burung modern juga tidak bergigi, suatu adaptasi yang mengurangi bobot
kepala (Campbell, 2004)
4.6.4 Mengamati tractus digestivus
Gambar
8 Tractus digestivus aves
Struktur dan bentuk bulu ukurannya bervariasi pada
bagian-bagian tubuh ayam, dan dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin
antara ayam jantan dan betina terutama pada bulu-bulu leher, sayap dan ekor.
Bulu-bulu besar pada sayap dan ekor pada waktu dan umur tertentu akan meluruh
dan tumbuh kembali, hal ini menunjukkan waktu tertentu ayam petelur
saat keluar dari masa produksi telur (Nesheim et al, 2001).
Unggas mempunyai ciri-ciri yang spesifik dengan adanya
alat penutup tubuh yang berupa bulu (pulmae/feather) dan kulit. Bulu
menutup hampir seluruh tubuh ayam dan ciri ini yang membedakan dengan hewan
bertulang belakang yang lain. Bulu tumbuh pada beberapa tempat, yaitu: bahu (shoulder),
paha (thigh), ekor (rump), dada (breast), leher (neck),
perut (abdomen), punggung (back), sayap (wing), kaki (leg)
dan kepala (head). Sebagian besar bulu tersusun atas protein yang
disebut keratin. Bulu berfungsi sebagai pelindung tubuh dari luar, insulasi
dari temperatur, identifikasi penyakit, defisiensi nutrien dan produksi telur
(North, 2000).
4.3. Mamalia
4.3.1 Mengamati morfologi kelinci
Gambar
9 Morfologi kelinci
Tubuh kelinci (Lepus nigricollis) dibagi menjadi
empat bagian yaitu caput, cervix, truncus dan cauda. Pada caput terdapat rima
oris, vibrisae, nares, organon visus. Ciri-ciri yang dimiliki kelas mamalia
seperti pada kelinci (Lepus nigricollis) memiliki kelenjar mammae
(merupakan modifikasi kelenjar peluh) untuk menyusui anaknya. Mempunyai telinga
yang panjang dan kaki belakang yang lebih panjang dari pada kaki depan. kelinci
termasuk hewan tetrapoda yang memiliki 4 anggota gerak berupa kaki (Anynomous,
2007).
4.3.2 Mengamati susunan gigi kelinci
Gambar
10 Susunan gigi kelinci
Rumus gigi pada kelinci :
I1 C0 P1 M3 M3 P1 C0 I1 =10
I1 C0 P1 M3 M3 P1 C0 I1 =10
Kelinci
mempunyai gigi seri yang digunakan untuk memotong-motong makanan sebelum dia
memakan makanannya. Susunan gigi kelinci terdiri dari incisots, peg teeth,
sinuses, eye socket, maxilla (lower jaw), cheeck teeth.
4.3.3 Mengamati tulang-tulang extremites
Gambar
11 Tulang extremites kelinci
Tulang extremites kelinci terdiri dari extremites atas
dan extemites bawah. Extremites atas terdiri dari himerus, radius, ulna, tulang
kaki depan, dan digiti, sedangkan extremites bawah terdiri dari femur, tulang
kaki belakang dan digiti.
4.3.4 Mengamati organ-organ dalam kelinci
Gambar
12 organ dalam kelinci
Sistem
pencernaan pada kelinci terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaan terdiri dari cavum oris, pharyx, oesophagus,
ventriculus, intestinum dan anus, sedangkan kelenjar pencernaannya antara lain
glandula salivarae (kelenjar ludah) glandulae, hepar (hati) dan pancreas
(katawi, 2002).
Sistem
reproduksi betina tersusun atas sistem genitalis interna dan externa. Pada
hewan betina organ interna berupa sepasang ovarium dan uterus. Ovarium terletak
disebelah kaudal dari ren dan didalamnya terdapat folikel. Folikel berbentuk
gelembung uterus berjumlah sepasang dan berkelok-kelok dan terbagi atas infundi
rambuim, tuba dan uterus. Organ externa tersusun atas vagina, vulva, labium,
majus, labium, ninus dan ditoris.
Pada
sistem reproduksi kelinci jantan memiliki reproduksi interna dan externa. Organ
interna terdiri dari testis dan epididimis. Testis terdapat sepasang yang
terletak pada sorotu. Testis merupakan penghasil sperma, terus dikeluarkan
melalui epididimis yang merupakan tempat pematangan kemudian kevasdeferems,
sedangkan organ externa berupa penis. Penis ini merupakan alat kapulasi dan
tersusun dari carpus cavern yang membantu sistem reproduksi.
Paru-paru mamalia berada dalam rongga dada yang dapat dibesarkan atau
disempitkan, sehingga udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru
masih mengalami percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang
terkecil tidak lagi diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung
yang buntu disekut alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru
sehimgga memperbesar kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernapasan oleh
kapiler-kapiler pada dinding alveolus (Brotowijoyo, 2000).
Urutan
pernapasan pada kelinci yaitu nares externa, cavum oris, nares interna, pharyx,
larynk, trachea, broncus, bronchiolus dan alveolus.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Amphibi
merupakan vertebrata yang kali pertama memulai kehidupan diair lalu
didarat.alasan memilih Rana Sp memiliki
kelas ini karana genus ini mudah memperoleh dan diamati.
Morfologi
pada aves terdiri dari caput yang relatif kecil, collum (cevix) yang panjang
yang diselubuhi bulu, truncus diselubuhi bulu dan terdapat extremites dan cauda
pendek sekali dan disebut uropygia dan bulu-bulu yang menutupinya disebut
retrices. Bulu pada aves terdiri atas plumae, plumulae, dan filoplumae.
Extremites anterior atau sayap terdiri atas phalanges, carpus, ulna, radius dan
humerus. Sedangkan extremites posterior terdiri dari femur, patella, fibula,
fibia, moatorsus dan digiti.
Kelinci
atau marmut termasuk hewan menyusui (mamalia).karena mempuyaio kelenjar susu
yang berguna untuk menyusui anaknya. Morfologi pada kelinci terdiri atas caput
(organon visus, auricle, misai, cavum, nares externa. Truncus terdapat dua
pasang extremites dan cauda pendek. Kelinci digolongkan sebgai hewan tetrapoda
karena mempunya 4 buah kaki atau 2 pasang kaki. Kelinci mempunyai gigi seri
yang digunakan untuk memotong makanan sebelum ditelan. Sistem pencernaan pada
kelinci terdiri atas cavum oris, oesapagus, ventriculus, intestinum dan
anus.sistem reproduksi pada hewan betina berupa sepasang ovarius dan uterus
yang merupakan sistem genitalis interna, sedangkan sistem reproduksi pada hewan
jantan terdiri atas testis epididimis yang merupakan bagian interna sedangkan
bagian externa berupa penis. Sistem peredaran pada kelinci memiliki tiga
komponen yaitu berupa jantung, pembuluh dan darah.
5.1 Saran
Pada saat praktikum diharapkan membawa alat dan bahan yang lengkap
agar praktikum berjalan dengan lancar, dan praktikan harus mengikuti arahan
serta bimbingan dari asisten dosen agar praktikum berjalan sesuai yang
direncanakan
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous,http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/classification/
Akuakultur,S. 1977. Tata produksi perikanan. Bandung : Penerbit
Erlangga Campbell, dkk. Biologi Edisi kelima
Jilid 3. Jakarta: Erlangga. 2004.
Campbell,
dkk. Biologi Edisi kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga. 2004.
Campbell,
N. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta: Erlangga
Fried.
2005. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Hasanuddin, suanin. 1984. Taksonomi dan kunci identifikasi ikan.
Bogor : Bina Karya Perkasa
Heddy, Suwasno. 1986. Biologi umum. Medan : Rajawali Pers
Iqbal Ali,
Aves. Blog Iqbal Ali.
http://iqbalali.com (29 Desember 2011). Winston. Jakarta :
Cuyugoro
Kimball.
Biologi Jilid 3 edisi ke 5. Jakarta: Erlangga. 2009.
Kant, G.
C., R. K. Carr.2001. Comparative of the Anatomy Vertebrates Ninth edition. New York: Mc Graw Hill Companies
Inc
Kardong,
K.V. 2002. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution.
Lakitan. 1996. Fisiologi Pertumbuhan Dan Perkembangan
Tanaman. Jakarta: Rajawali Pers.
Lytle,
C.F., J. R. Meyer. 2005. General Zoology. New York: McGraw-Hill Companies.
North America: Mc Graw Hill-Companies Inc.
Nasir, Muhammad. 1993. Penuntun praktikum biologi umum.
Yogyakarta : Depdikbud
Stonger, Usinger. 2001. Cell Structure. Jakarta : Erlangga
Supardi.
1993. Stuktur Dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Suradinata. 1998. Struktur Tumbuhan. Bandung: Angkasa
Thenawijaja, Maggi.1980. Analition of transmittion of plant’s roots.
Medan : Unit Gramedia baru.
Veelissa.2013.Sel Mati dan Sel Hidup . https://veelissa.
wordpress.com /2013/12/28/ sel-hidup-dan-sel-mati/ . diakses 26 oktober 2016
Williamson. 1965. Pemeliharaan ikan mas (tambera). Jakarta : Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar