III.
Alat dan Bahan
1.
Neraca
pegas satu buah
2.
Gelas
ukur satu buah
3.
Jangka
sorong
4.
Mikrometer
seklup
5.
Benda
yang diukur
6.
Pembenam
IV.
Prosedur Kerja
4.1.
Prosedur percobaan
4.1.1. Menentyukan keraopatan relatif benda (p)
a.
Pilihlah benda yang akan diukur kerapatannya
b.
Ukurlah masa benda dengan menggunakan neraca pegas
c.
Ukrulah dimensi benda untuk menentukan volumenya
d.
Hitunglah kerapatan benda
4.1.2.
Menemukan kerapatan relatif benda (d) yang tercelup seluruhnya dalam air
a.
Pilihglah benda yang akan diukur kerapatannya
b.
Ukurlah masa benda di udara
c. Ikat benda tersebut dengan benang dan
digantungkan pada neraca pegas lalu, celupkan dalam air untuk mengetahui massa
semuanya (mg)
d. hitung kerapatan relatif benda
4.1.3. Menentukan kerapatan relatif benda
(d) yang tercelup sebagian
a.
Pilih bendsa yang akan diukur kerapatan relatifnya
b.
Ukurlah massa benda di udara (m)
c. Ikat pembenam dengan benam dan ukur
massa pembenam dalam dalam keadaan tercelup seluruhnya dalam air
d. Ikat benda yang akan diukur
kerapatannya dengan pembenam selanjutnya ukur massanya dalam keadaan tercelup
seluruhnya dalam air (m2)
4.2.
Analisis Data
4.2.1.
Merupakan kerapatan benda (p)
1.
Nilai rata-rata massa benda
=
2.
Ketidakpastian nilai pasti benda
∣
3.
Nilai rata-rata masing-masing dimensi volume
, E =
4.
Ketidakpastian nilai volume
5.Nilai volume rata-rata
V=
6. Nilai Volume
V =
7. Ketidak pastian nilai volume
+
8. Ketidak pastian nilai volume rata-rata
=
9. Volume Benda
+
∣
10. Nilai kepadatan benda
11. Nilai
kerapatan benda rata-rata
12. Ketidakpastian nilai benda rata-rata
+ ∣
13.
Ketidakpastian nilai kerapan benda rata-rata
=
14. Angka
penting
15.
Ketidakpastian relatif
16.
Ketidakpastian Mutlak
4.2.2.
Menentukan kerapatan relatif benda (d) dari yang tercelup seluruh dalam air
1. Nilai M
rata-rata
=
2. Ketidak pastian nilai
∣
3. Ketidakpastian nilai rata-rata
.
=
4. Massa benda
5.Nilai ms rata-rata
=
6. Ketidakpastian nilai ms
7. Nilai Msn
Msn = ∣
8. Nilai
Kerapatan relatif
=
9. Nilai d rata-rata
10.
Ketidakpastian kerapatan relatif
=∣
+ ∣
11.
Nilai
rata-rata
=
12. Angka penting
13. Nilai ketidakpastian relatif
Kp =
x 100%
14. Nilai kerapatan
relatif
15. Nilai ketidakpastian mutlak
4.2.3.
Menentukan kecepatan relatif benda (d) yang tercelup sebagian
1.
Nilai rata-rata massa benda
=
2.
Ketidakpastian nilai pasti benda
∣
3.
Nilai rata-rata masing-masing dimensi volume
, E =
4.
Ketidakpastian nilai volume
5.
Nilai mps rata-rata
=
6. Ketidakpastian nilai mps
∣
7.
Ketidakpastian nilai mps rata-rata
=
8. Nilai
=m-mps
9. Ketidakpastian nilai
=( 1- mps)
+(m+1)
10. Nilai
rata-rata
=
11. Ketidakpastian nilai
∣
12. Nilai kerapatan benda
d
=
13. Ketidakpastian nilai kerapatn
relatif
14.
Ketidakpastian nilai relatif rata-rata
15. Angka Penting
16.
Nilai kepastian relatif
∣
17.
Ketidakpastian relatif
x 100%
18. Ketidakpastian mutlak
V. Hasil dan pembahasan
5.1. Hasil
a. Menentukan kerapatan suatu benda
|
No
|
F benda
|
Diameter
|
Tinggi
|
Massa
|
Volume
|
|
1
|
1 N
|
2,73 cm
|
2 cm
|
0,1 kg
|
|
|
2
|
1 N
|
2,73 cm
|
2 cm
|
0,1 kg
|
|
|
3
|
1 N
|
2,73 cm
|
2 cm
|
0,1 kg
|
|
b. Menentukan kerpatan relatif benda yang
tercelup sebagian dalam air
|
No
|
F benda
|
Massa
|
F Pembenam
|
Massa Pembenam diakhir
|
|
1
|
1 N
|
0,1 Kg
|
0,6 N
|
0,06 kg
|
|
2
|
1 N
|
0,1 Kg
|
0,6 N
|
0,06 kg
|
|
3
|
1 N
|
0,1 Kg
|
0,6 N
|
0,06 kg
|
c. Menentukan kerapatan relatif benda yang
tercelup sebagian
|
No
|
F benda
|
Massa
|
F pembenam di air
|
Mts
|
Fs
|
|
|
1
|
1 N
|
0,1 kg
|
0,2 N
|
0,02 kg
|
0,1 N
|
0,05 kg
|
|
2
|
1 N
|
0,1 kg
|
0,2 N
|
0,02 kg
|
0,1 N
|
0,01 kg
|
|
3
|
1 N
|
0,1 kg
|
0,2 N
|
0,02 kg
|
0,1 N
|
0,01 kg
|
=
+Mps
= 0,1 + 0,02
= 0,01 kg
5.2. Pembahasan
Massa jenis adalah pengukuran massa
setiap satuan volume benda. Semakin tinggi
massa jenis benda maka semakin besar pula massa di bagi setiap volumenya
massa jenis tidak bergantung pada jumlah zat, sedikit atau banyaknya zat, massa
jenisnya tetap.Hal ini menunjukkan bahwa massa jenis merupakan ciri khas suatu
zat.
Massa
jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total
volumenya. Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki
massa jenis yang berbeda.dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya
akan memiliki massa jenis yang sama.
Praktikum
kali ini dilakukan untuk menguji kerapatan benda padat atau massa jenis benda
padat yaitu dengan menentukan kerapatan
benda (p). Kerapatan relatif benda (d) yang tercelup seluruhnya dalam air dan
menentukan kerapatan relatif benda (d) untuk benda yang tercelup sebagian.pada
percobaan ini, masing-masing percobaan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan.
Percobaan
pertama dilakukan untuk mengetahui massa jenis zat padat. Zat padat yag di ukur
massa jenisnya yaitu berupa silinder materi. Untuk mengetahui massa jenis benda
ini dapat dilakukan dengan menimbangnya pada neraca pegas.dari penumbangan ini
di peroleh gaya yang bekerja pada benda yaitu sebesar 1 N. selanjutnya untuk
mencari massa benda dilakukan dengan menggunakan rumus NI
sehingga di dapat nilai massa benda yaitu 0,1
kg kemudian untuk mencari volume dari benda dapat dilakukan dengan menggunakan
hasil pengukuran yang dilakukan dengan jangka sorong yaitu jari jarinya 1,635
cm dan tinggi slinder yaitu 2 cm. untuk mencari volume silinder materi dapat
dicari dengan rumus v =
t sehingga di dapat
nilai volume silinder materi yaitu sebesar
Setelah
mendapat nilai massa dan volume selanjutnya menentukan nilai kerapatan atau
massa jenis benda dengan rumus p =
sehingga diperoleh nilai p nya adalah 8500 kg
/
.Dari 3 kali pengulangan percoaan kami
mendapatkan hasil yang sama.
Pada
percobaan kedua yaitu menentukan kerpatan relatif benda atau (d) yang tercelup
seluruhnya dalam air. Kegiatan ini dilakukan sama persis seperti kegiatan
sebelumnya namun berat benda diukur di dalam air dari penimbangan dengan neraca
pegas diperoleh gaya yang bekerja pada benda yaitu sebesar 1 N sehingga dengan
menggunakan rumus M =
di dapat nilai massa silinder yaitu sebesar
0,1 kg dari percobaan juga diperoleh I pembenam yaitu sebesar 0,6 m dengan
menggunakan rumus yang sama yaitu M =
diperoleh massa
pembenam yaitu sebesar 0,06 kg untuk menentukan nilai d dapat dihitung dengan d
= Mbsmn-ms dengan nilai fn adalah 0,1 kg dan nilai ms yaitu 0,06 kg sehingga
diperoleh niali b yaitu sebesar 1,06 . dari kali pengulangan kami mendapatkan
hasil yang sama yaitu 1,06. Dari data diatas daoat dilihat bahwa gaya yang
bekerja pada benda di udara ternyata lebih besar jika dibandingkan dg gaya yang
bekerja pada benda ssaat di dalam air. Hal ini dikarenakan benda yang berada di
dalam air mendapat gaya tekanan keatas yang sama beesarnya dengan zat cair tsb
sehingga zat cair itupun akan tergerak oleh benda yang dicelupkan. Hal ini
sesauai dg percobaan yang dilakukan oleh archaimedes yaitu bahwa benda yang di
ukur dlam air menjadi lebih riongan di mana benda mendapat gaya keatas
sementara ketika di udara benda akan memiliki berat yang sesungguhnya. Pada
prcobaan ketiga yang dilakukan yaitu menentukan kerapatan benda (d) yang
tercelup sebagian dalam air dengan balok kayu sebagai pembenamnya.
Adapun
faktor yang mempengaruhi masa jenis suatu zat adalah besar volumenya , bila
nilai volumenya besar maka nilai massa jenisnya kecil jika nilai volumenya
kecil maka nilai massa jenisnya akan semakin besar dan hal ini dipengaruhi juga
oleh massa jika niali massa semakin besar maka nilai massa jenis akan semakin
besar jika nilai massa kecil maka nilai massa jenisny uga akan kecil atau bisa
dikatakan bahwa massa jenis berbanding lurus dengan masa dan berbanding
terbalik dengan nilai suatu volume. Adapun faktor kesalahan dalam pengukuran
nilai kerapatan adalah yaitu pada saat penimbangan dimana timbangan ynag
digunakan selama percobaan harus selalu sama dan tidak boleh di gonta ganti
agar tidak menimbulkan penyimpangan pada hasil percobaan , karena mungkin saja
tiap timbangan akan menghasilkan angka yang berbeda beda walaupun hanya sedikit
sel9isihnya tapi nantinya akan berpengaruh terhadap hasil dari perhitungan yang
dilakukan. Yang kedua adalah cara pengerjaannya yaitu tekanan yang diberikan
pada saat pemasangan atau pengikatan benda atau tali pada benda pengikat tidak
seimbang datu sama lain dan juga berpengaruh terhadap kenaikan volume air.
Kesalahan juga terjadi biasanya saat mengukur diameter atau tinggi dg
menggunakan jangka soorong, salah saat mengukur
volume air,salah ketika memegang neraca pegas sehingga menghitung beban
benda tidak akurat pengukuran yang akurat merupakan bagian penting dari fisika
tetapi tidak ada pengukuan yang benar benar tepat ada ketiddakpastian pada saat
pengukuran. Ketidak pastiaan akan muncul dari sumber yang berbeda diantaranya
kurangnya ketelitian alat ukur dan pengukur yaitu mengakibatkan hasil setiap
pengukuran mempunyai nilai kesalahan yang sama yang menyebabkan terjadinya
kesalahan yaitu kesalahan kalibrasi alat
, kesalahan nol , kesalahan eksperimen,kesalahan pengamat yaitu kesalahan
membaca skala yang biasanya disebabkan oleh pengamat salah memandang atau juga karena kerusakan pada mata pengamat itu sendiri.
Pengamatan
yang dilakukuan kali ini kesalahan mutlak ketiga percobaannya adalah nol, dan
ketidak pastian relatif juga besarnya 0% dan ketidakpastian nilai volume
rata-rata sebesar 0, ketidak pastian nilai volume 0,sehingga dari 3 kali
percobaaan nilai semua ketidakpastian semua nilainya adalah 0, jadi pengamatan
yang dilkukan kali ini hasilnya adalah benar.
VI. KESIMPULAN
Kerapatan
atau massa jenis adalah massa benda dan satuan volume , semakin besar massa
jenis suatu benda maka semakin besar massa setiap volumenya,massa jenis
berfungsi untuk menentukan zat, setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda
dan nilai massa jenis suatu zat adalah tetap tidak bergantung pada massa maupun
volume zat tetapi bergantung pada jenis zatnya oleh karenanya zat yang sejenis selalu
mempunyai massa jenis yang sama. Untuk mengetahui massa benda tidak beraturan
dapat dilakukan pengukuran dengan menimbang pada neraca karena bentuknya tidak
beraturan maka pengukuran volumenya dapat dilakukan dengan menggunakan gelas
ukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar