Sabtu, 02 Desember 2017

Praktikum fisika



III. Alat dan Bahan
1.      Neraca pegas satu buah
2.      Gelas ukur satu buah
3.      Jangka sorong
4.      Mikrometer seklup
5.      Benda yang diukur
6.      Pembenam
IV. Prosedur Kerja
4.1. Prosedur percobaan
4.1.1.  Menentyukan keraopatan relatif benda (p)
          a. Pilihlah benda yang akan diukur kerapatannya
          b. Ukurlah masa benda dengan menggunakan neraca pegas
          c. Ukrulah dimensi benda untuk menentukan volumenya
          d. Hitunglah kerapatan benda
4.1.2. Menemukan kerapatan relatif benda (d) yang tercelup seluruhnya dalam air
          a. Pilihglah benda yang akan diukur kerapatannya
          b. Ukurlah masa benda di udara
c. Ikat benda tersebut dengan benang dan digantungkan pada neraca pegas lalu, celupkan dalam air untuk mengetahui massa semuanya (mg)
d. hitung kerapatan relatif benda
                                    4.1.3. Menentukan kerapatan relatif benda (d) yang tercelup sebagian
                                                a. Pilih bendsa yang akan diukur kerapatan relatifnya
                                                b. Ukurlah massa benda di udara (m)
c. Ikat pembenam dengan benam dan ukur massa pembenam dalam dalam keadaan tercelup seluruhnya dalam air
d. Ikat benda yang akan diukur kerapatannya dengan pembenam selanjutnya ukur massanya dalam keadaan tercelup seluruhnya dalam air (m2)
                                    4.2. Analisis Data
                                    4.2.1. Merupakan kerapatan benda (p)
                                                1. Nilai rata-rata massa benda
                                                =
                                                2. Ketidakpastian nilai pasti benda
                                                 
                                                3. Nilai rata-rata masing-masing dimensi volume
                                                 , E =
                                                4. Ketidakpastian nilai    volume                                                                                                                      
5.Nilai volume rata-rata
 V=
6.  Nilai Volume
V =
7. Ketidak pastian nilai volume
 +
          8. Ketidak pastian nilai volume rata-rata
           =
          9. Volume Benda
           +
          10. Nilai kepadatan benda
         
          11. Nilai kerapatan benda rata-rata
         
          12. Ketidakpastian nilai benda rata-rata
            + ∣
           13. Ketidakpastian nilai kerapan benda rata-rata
           =
           14. Angka penting
         
           15. Ketidakpastian relatif
           
           16. Ketidakpastian Mutlak
           
4.2.2. Menentukan kerapatan relatif benda (d) dari yang tercelup seluruh dalam air
          1. Nilai M rata-rata
           =
 2. Ketidak pastian nilai
 
3. Ketidakpastian nilai rata-rata
.  =  
4. Massa benda
 
5.Nilai ms rata-rata
   =  
      6. Ketidakpastian nilai ms
       
      7. Nilai Msn
       Msn =  
       8. Nilai Kerapatan relatif
        =
       9. Nilai d rata-rata
      
      10. Ketidakpastian kerapatan relatif
        =    +  
      11. Nilai  rata-rata
        =
      12. Angka penting    
      
      13. Nilai ketidakpastian relatif
       Kp =  x 100%
       14. Nilai kerapatan relatif
 15. Nilai ketidakpastian mutlak
 
4.2.3. Menentukan kecepatan relatif benda (d) yang tercelup sebagian
                                                1. Nilai rata-rata massa benda
                                                =
                                                2. Ketidakpastian nilai pasti benda
                                                 
                                                3. Nilai rata-rata masing-masing dimensi volume
                                                 , E =
                                                4. Ketidakpastian nilai volume                                                                                                                      
                                                5. Nilai mps rata-rata
                                                 =
             6. Ketidakpastian nilai mps
              
             7. Ketidakpastian nilai mps rata-rata
                                                 =  
     8. Nilai
    =m-mps
     9. Ketidakpastian nilai
      =( 1- mps) +(m+1)
     10. Nilai rata-rata
       =
                                                11. Ketidakpastian nilai
                
             12. Nilai kerapatan benda
             d =
            13. Ketidakpastian nilai kerapatn relatif
            
             14. Ketidakpastian nilai relatif rata-rata
            
             15. Angka Penting
            
             16. Nilai kepastian relatif
             
             17. Ketidakpastian relatif
              x 100%
            18. Ketidakpastian mutlak
            

V.  Hasil dan pembahasan
5.1. Hasil
a.  Menentukan kerapatan suatu benda
No
F benda
Diameter
Tinggi
Massa
Volume
1
1 N
2,73 cm
2 cm
0,1 kg
2
1 N
2,73 cm
2 cm
0,1 kg
3
1 N
2,73 cm
2 cm
0,1 kg

                                                b.  Menentukan kerpatan relatif benda yang tercelup sebagian dalam air
No
F benda
Massa
F Pembenam
Massa Pembenam diakhir
1
1 N
0,1 Kg
0,6 N
0,06 kg
2
1 N
0,1 Kg
0,6 N
0,06 kg
3
1 N
0,1 Kg
0,6 N
0,06 kg
                                               
  c. Menentukan kerapatan relatif benda yang tercelup sebagian
No
F benda
Massa
F pembenam di air
Mts
Fs
1
1 N
0,1 kg
0,2 N
0,02 kg
0,1 N
0,05 kg
2
1 N
0,1 kg
0,2 N
0,02 kg
0,1 N
0,01 kg
3
1 N
0,1 kg
0,2 N
0,02 kg
0,1 N
0,01 kg
= +Mps
                                                       = 0,1 + 0,02
                                                            = 0,01 kg
                                                5.2. Pembahasan
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi                                              massa jenis benda maka semakin besar pula massa di bagi setiap volumenya massa jenis tidak bergantung pada jumlah zat, sedikit atau banyaknya zat, massa jenisnya tetap.Hal ini menunjukkan bahwa massa jenis merupakan ciri khas suatu zat.
                 Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda.dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki  massa jenis yang sama.
                 Praktikum kali ini dilakukan untuk menguji kerapatan benda padat atau massa jenis benda padat yaitu dengan menentukan  kerapatan benda (p). Kerapatan relatif benda (d) yang tercelup seluruhnya dalam air dan menentukan kerapatan relatif benda (d) untuk benda yang tercelup sebagian.pada percobaan ini, masing-masing percobaan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan.
                 Percobaan pertama dilakukan untuk mengetahui massa jenis zat padat. Zat padat yag di ukur massa jenisnya yaitu berupa silinder materi. Untuk mengetahui massa jenis benda ini dapat dilakukan dengan menimbangnya pada neraca pegas.dari penumbangan ini di peroleh gaya yang bekerja pada benda yaitu sebesar 1 N. selanjutnya untuk mencari massa benda dilakukan dengan menggunakan rumus NI  sehingga di dapat nilai massa benda yaitu 0,1 kg kemudian untuk mencari volume dari benda dapat dilakukan dengan menggunakan hasil pengukuran yang dilakukan dengan jangka sorong yaitu jari jarinya 1,635 cm dan tinggi slinder yaitu 2 cm. untuk mencari volume silinder materi dapat dicari dengan rumus v = t sehingga di dapat nilai volume silinder materi yaitu sebesar 
                 Setelah mendapat nilai massa dan volume selanjutnya menentukan nilai kerapatan atau massa jenis benda dengan rumus  p =  sehingga diperoleh nilai p nya adalah 8500 kg /  .Dari 3 kali pengulangan percoaan kami mendapatkan hasil yang  sama.
                 Pada percobaan kedua yaitu menentukan kerpatan relatif benda atau (d) yang tercelup seluruhnya dalam air. Kegiatan ini dilakukan sama persis seperti kegiatan sebelumnya namun berat benda diukur di dalam air dari penimbangan dengan neraca pegas diperoleh gaya yang bekerja pada benda yaitu sebesar 1 N sehingga dengan menggunakan rumus  M =  di dapat nilai massa silinder yaitu sebesar 0,1 kg dari percobaan juga diperoleh I pembenam yaitu sebesar 0,6 m dengan menggunakan rumus yang sama yaitu M = diperoleh massa pembenam yaitu sebesar 0,06 kg untuk menentukan nilai d dapat dihitung dengan d = Mbsmn-ms dengan nilai fn adalah 0,1 kg dan nilai ms yaitu 0,06 kg sehingga diperoleh niali b yaitu sebesar 1,06 . dari kali pengulangan kami mendapatkan hasil yang sama yaitu 1,06. Dari data diatas daoat dilihat bahwa gaya yang bekerja pada benda di udara ternyata lebih besar jika dibandingkan dg gaya yang bekerja pada benda ssaat di dalam air. Hal ini dikarenakan benda yang berada di dalam air mendapat gaya tekanan keatas yang sama beesarnya dengan zat cair tsb sehingga zat cair itupun akan tergerak oleh benda yang dicelupkan. Hal ini sesauai dg percobaan yang dilakukan oleh archaimedes yaitu bahwa benda yang di ukur dlam air menjadi lebih riongan di mana benda mendapat gaya keatas sementara ketika di udara benda akan memiliki berat yang sesungguhnya. Pada prcobaan ketiga yang dilakukan yaitu menentukan kerapatan benda (d) yang tercelup sebagian dalam air dengan balok kayu sebagai pembenamnya.
                 Adapun faktor yang mempengaruhi masa jenis suatu zat adalah besar volumenya , bila nilai volumenya besar maka nilai massa jenisnya kecil jika nilai volumenya kecil maka nilai massa jenisnya akan semakin besar dan hal ini dipengaruhi juga oleh massa jika niali massa semakin besar maka nilai massa jenis akan semakin besar jika nilai massa kecil maka nilai massa jenisny uga akan kecil atau bisa dikatakan bahwa massa jenis berbanding lurus dengan masa dan berbanding terbalik dengan nilai suatu volume. Adapun faktor kesalahan dalam pengukuran nilai kerapatan adalah yaitu pada saat penimbangan dimana timbangan ynag digunakan selama percobaan harus selalu sama dan tidak boleh di gonta ganti agar tidak menimbulkan penyimpangan pada hasil percobaan , karena mungkin saja tiap timbangan akan menghasilkan angka yang berbeda beda walaupun hanya sedikit sel9isihnya tapi nantinya akan berpengaruh terhadap hasil dari perhitungan yang dilakukan. Yang kedua adalah cara pengerjaannya yaitu tekanan yang diberikan pada saat pemasangan atau pengikatan benda atau tali pada benda pengikat tidak seimbang datu sama lain dan juga berpengaruh terhadap kenaikan volume air. Kesalahan juga terjadi biasanya saat mengukur diameter atau tinggi dg menggunakan jangka soorong, salah saat mengukur  volume air,salah ketika memegang neraca pegas sehingga menghitung beban benda tidak akurat pengukuran yang akurat merupakan bagian penting dari fisika tetapi tidak ada pengukuan yang benar benar tepat ada ketiddakpastian pada saat pengukuran. Ketidak pastiaan akan muncul dari sumber yang berbeda diantaranya kurangnya ketelitian alat ukur dan pengukur yaitu mengakibatkan hasil setiap pengukuran mempunyai nilai kesalahan yang sama yang menyebabkan terjadinya kesalahan yaitu  kesalahan kalibrasi alat , kesalahan nol , kesalahan eksperimen,kesalahan pengamat yaitu kesalahan membaca skala yang biasanya disebabkan oleh pengamat salah memandang  atau juga karena  kerusakan pada mata pengamat itu sendiri.
                 Pengamatan yang dilakukuan kali ini kesalahan mutlak ketiga percobaannya adalah nol, dan ketidak pastian relatif juga besarnya 0% dan ketidakpastian nilai volume rata-rata sebesar 0, ketidak pastian nilai volume 0,sehingga dari 3 kali percobaaan nilai semua ketidakpastian semua nilainya adalah 0, jadi pengamatan yang dilkukan kali ini hasilnya adalah benar.
VI. KESIMPULAN
                 Kerapatan atau massa jenis adalah massa benda dan satuan volume , semakin besar massa jenis suatu benda maka semakin besar massa setiap volumenya,massa jenis berfungsi untuk menentukan zat, setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda dan nilai massa jenis suatu zat adalah tetap tidak bergantung pada massa maupun volume zat tetapi bergantung pada jenis zatnya oleh karenanya zat yang sejenis selalu mempunyai massa jenis yang sama. Untuk mengetahui massa benda tidak beraturan dapat dilakukan pengukuran dengan menimbang pada neraca karena bentuknya tidak beraturan maka pengukuran volumenya dapat dilakukan dengan menggunakan gelas ukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar